7 Jenis Konfigurasi Mesin Sepeda Motor dan Karakteristiknya, Bukan Hanya 1 Silinder

Jenis Konfigurasi Mesin Sepeda Motor
Jenis Konfigurasi Mesin Sepeda Motor
0 Komentar

Kelebihan mesin dua silinder sejajar adalah tenaga yang cukup besar namun tetap mudah dalam perawatan. Torsi yang dihasilkan cenderung merata pada setiap putaran RPM, baik pada putaran bawah, tengah, maupun atas. Begitu pula dengan getaran mesin yang relatif seimbang, membuat pengalaman berkendara menjadi lebih nyaman.

  1. Mesin Dua Silinder V-Twin

Mesin ini memiliki dua silinder yang tersusun membentuk huruf “V”. Konfigurasi V-Twin sangat ikonik dan mudah dikenali, terutama pada sepeda motor asal Amerika Serikat, yaitu Harley-Davidson. Hampir seluruh motor produksi Harley-Davidson menggunakan konfigurasi mesin ini.

Namun, bukan berarti pabrikan Eropa tidak menerapkan sistem ini. Beberapa produsen asal Italia seperti Ducati dan Aprilia juga mengusung konfigurasi V-Twin. Pada Ducati, mesin V-Twin dapat ditemukan pada model adventure mereka, seperti Hypermotard dan Hyperstrada. Sementara itu, Aprilia menggunakan mesin serupa pada model Shiver 750 dan Dorsoduro 750.

Baca Juga:Jangan Anggap Remeh! Ini Dampak Fatal Jika Telat Ganti Oli MesinTop 10 Aplikasi iPhone 2025 yang Bikin Hidup Lebih Praktis dan Estetik

Yang membedakan antara V-Twin dari berbagai pabrikan adalah sudut kemiringan antara kedua silinder:

  • Harley-Davidson memiliki sudut paling sempit, sekitar 30 derajat.
  • Aprilia memiliki sudut sekitar 60 derajat.
  • Ducati menggunakan sudut lebih lebar, lebih dari 90 derajat, sehingga membentuk huruf “L”.

Mesin V-Twin dikenal menghasilkan getaran yang tinggi, terutama pada Harley-Davidson. Namun, getaran ini dapat diminimalkan melalui berbagai teknologi peredam modern. Suara yang dihasilkan pun berbeda dengan mesin dua silinder segaris.

Kelemahan dari mesin ini adalah torsi yang cenderung “liar” atau sulit dikendalikan, serta pusat gravitasi (center of gravity) motor yang cukup tinggi, sehingga memengaruhi stabilitas saat bermanuver.

  1. Mesin Dua Silinder Berlawanan (Boxer Engine)

Masih dalam kategori mesin dua silinder, kali ini konfigurasi yang digunakan adalah berlawanan atau sering disebut mesin Boxer. Pada mesin ini, kedua piston berada dalam posisi saling membelakangi secara horizontal, dengan dua kepala silinder yang menonjol ke kanan dan kiri.

Konfigurasi ini sangat identik dengan pabrikan asal Jerman, yaitu BMW, dan biasa ditemukan pada seri R, seperti R1200GS, R9T, dan R1300R.

Kelebihan mesin Boxer adalah memiliki titik gravitasi yang rendah, sehingga motor lebih mudah dikendalikan dan stabil saat bermanuver. Torsi yang dihasilkan juga besar, namun tenaga disalurkan secara halus sehingga mudah dikendalikan oleh pengendara.

0 Komentar