Jangan Anggap Remeh! Ini Dampak Fatal Jika Telat Ganti Oli Mesin

Dampak Fatal Jika Telat Ganti Oli Mesin
Dampak Fatal Jika Telat Ganti Oli Mesin
0 Komentar

Selain sebagai pelumas dan pendingin, oli juga berfungsi sebagai pembersih. Setiap kali terjadi proses pembakaran, akan ada sisa material karbon yang menempel di dinding silinder. Ketika piston bergerak, oli akan membantu membilas sisa pembakaran ini agar tidak menumpuk. Kotoran tersebut kemudian terbawa ke ruang engkol, di mana oli bersirkulasi.

Seiring waktu, sisa pembakaran dan partikel logam kecil yang terkikis dari komponen mesin akan bercampur dengan oli, menyebabkan warna oli menjadi semakin gelap hingga hitam. Partikel-partikel ini dapat menambah gesekan jika terus bersirkulasi, mempercepat keausan, dan merusak komponen mesin.

Akibat Tidak Segera Ganti Oli

Jika oli yang sudah kotor tetap digunakan, maka sisa-sisa pembakaran dan partikel logam akan mulai menggores komponen-komponen penting seperti dinding silinder, ring piston, bahkan piston itu sendiri. Akibatnya, keausan terjadi lebih cepat.

Baca Juga:Top 10 Aplikasi iPhone 2025 yang Bikin Hidup Lebih Praktis dan Estetik10 Game Car Racing Android Offline Terbaik 2025, Grafisnya Keren Gila!

Selain itu, oli yang sudah lama digunakan akan kehilangan viskositasnya, menjadi lebih encer, dan tidak lagi mampu melindungi mesin secara optimal. Dalam kondisi ini, gesekan akan meningkat, suhu mesin melonjak, dan risiko overheat pun bertambah. Jika terus dibiarkan, kondisi ini dapat berujung pada kerusakan mesin serius, bahkan memaksa Anda untuk melakukan turun mesin.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, pelumas (oli) juga terus berevolusi untuk memenuhi kebutuhan mesin modern yang semakin kompleks dan presisi. Lalu, bagaimana cara memilih oli yang tepat untuk mesin kendaraan kita?

Pertama-tama, pilihlah oli yang sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan. Untuk memastikannya, bacalah buku manual bawaan kendaraan masing-masing. Selain itu, penting juga untuk memahami kode-kode yang tercantum pada kemasan oli, seperti 10W-40 atau 5W-30.

Angka pertama pada kode tersebut menunjukkan tingkat kekentalan oli pada suhu rendah, sedangkan huruf “W” merupakan singkatan dari “Winter” yang menandakan bahwa oli telah diuji pada suhu dingin. Angka kedua menunjukkan kekentalan oli saat berada pada suhu tinggi. Semakin tinggi angka kedua, semakin kental oli tersebut ketika mesin panas.

Jika diperhatikan lebih detail, masih banyak kode dan spesifikasi lain yang tercantum pada kemasan oli. Mungkin muncul pertanyaan, mengapa pada suhu rendah oli bisa tetap encer? Bukankah seharusnya oli cenderung mengental bahkan membeku? Dan sebaliknya, bukankah pada suhu tinggi oli justru akan menjadi lebih encer?

0 Komentar