Suspensi depan yang kini mirip milik NMAX juga terasa lebih solid saat melewati lubang. Jika pada versi sebelumnya suara benturan bisa terdengar keras (“brutak”), kini terasa lebih meredam (“dup-dup”) kecuali jika lubangnya sangat besar, itu pun masih wajar karena ground clearance motor matic umumnya rendah.
Rem khas Yamaha, empuk tapi tetap pakem.
Rem depan masih sama seperti versi sebelumnya diameter cakram dan kaliper satu piston, namun sudah dilengkapi ABS single channel (hanya bagian depan).
Rem belakang kini sudah menggunakan cakram, menggantikan model tromol. Performanya cukup baik dan konsisten, bahkan saat motor dalam keadaan kotor terkena lumpur.
Baca Juga:5 Sepeda Listrik Harga Rp2 Jutaan Terbaik 2025, Irit Plus Ramah LingkunganFakta Kenapa Yamaha Sulit Kalahkan Honda di Indonesia Meski Lebih Inovatif
Pada sistem tromol, biasanya performa pengereman akan menurun jika kotor, dan kembali pakem setelah disiram air. Tapi pada sistem cakram, performanya tetap stabil.
Dari segi tampilan, rem cakram belakang juga membuat motor terlihat lebih sporty karena terlihat dari luar.
Posisi Berkendara dan Ergonomi
Bagian buritan motor terlihat simpel, bahkan tampak seperti tidak ada behel. Namun, ternyata masih ada behel tersembunyi di bagian bawah belakang yang bisa digunakan untuk menarik atau memutar motor saat parkir. Posisi berkendara juga mengalami sedikit perubahan. Deck kini memiliki sedikit plat yang lebih tinggi dan dilengkapi pola agar tidak licin.
Posisi ini memungkinkan pengendara untuk “nangkring” atau menempatkan kaki ke belakang saat bermanuver agresif. Namun, karena desainnya sporty, posisi kaki agak menekuk, dan tidak bisa selonjor seperti di NMAX.
Jok bagian depan juga cukup menanjak (nungging), membuat pengendara cenderung melorot ke depan, terutama saat deselerasi. Kaki harus ikut menahan tubuh agar tidak tergelincir.
Stang masih seperti versi sebelumnya, tidak terlalu lebar dan tetap pendek, menambah kesan sporty.
Jok belakang untuk pembonceng terasa mirip seperti bonceng motor sport Yamaha seperti R15 atau R25, tinggi dan tegak, namun tetap matic.
Baca Juga:5 Motor Suzuki yang Sebaiknya Tidak Dibeli di Tahun 2025Ke Mana Jagung Turbo Sekarang? Pernah Berjaya Kini Tinggal Kenangan
Tinggi jok sekitar 790 mm. Saya dengan tinggi badan 165 cm masih bisa menapakkan kaki dengan cukup stabil. Joknya cukup empuk dan nyaman dipakai perjalanan jauh, tidak membuat pantat cepat pegal.
