Namun, saat kita berkendara agresif, ingin menyalip, touring, atau membutuhkan engine brake, barulah W-SHIFT terasa sangat bermanfaat. Bagi saya, ini satu paket lengkap yang menyenangkan meskipun tidak dipakai setiap hari.
Lalu bagaimana dengan performa mesinnya secara keseluruhan?
Jika dibandingkan dengan NMAX, sebenarnya mesin yang digunakan sama, termasuk pada NMAX Turbo. Bahkan mapping pengapian dan pengaturan bahan bakarnya juga sama. Perbedaan utama ada pada gear box dan final gear-nya. Di motor ini, rasio final gear dibuat lebih ringan, sesuai dengan konsepnya sebagai motor perkotaan yang gesit dan agresif untuk selap-selip.
Dengan rasio yang lebih ringan ini, motor terasa seperti sprinter, responsif di putaran bawah. Ini terbukti dari hasil uji akselerasi, di mana motor ini lebih cepat dibanding NMAX Turbo di putaran bawah. Namun di putaran atas, performanya mulai mirip-mirip, karena NMAX punya ‘nafas’ yang lebih panjang.
Baca Juga:5 Sepeda Listrik Harga Rp2 Jutaan Terbaik 2025, Irit Plus Ramah LingkunganFakta Kenapa Yamaha Sulit Kalahkan Honda di Indonesia Meski Lebih Inovatif
Dibandingkan dengan kompetitornya seperti Vario, motor ini juga menunjukkan keunggulan di akselerasi bawah. Padahal bobot Aerox sekitar 130 kg, sementara Vario hanya sekitar 113 kg, selisih yang cukup signifikan. Namun Aerox tetap unggul di akselerasi awal. Di kecepatan sekitar 100 km/jam, Vario mulai mendekat, tetapi dengan trik tertentu, Aerox bisa kembali unggul jauh.
Triknya bagaimana?
Saat mencapai kecepatan 100 km/jam, sebaiknya jangan gunakan riding mode ‘S’. Alihkan ke mode ‘T’ (Town). Secara mengejutkan, mode ini justru memberi efek seperti turbo, tenaga terasa disuntik ulang, langsung melesat lebih jauh. Pada uji coba kami, kecepatan maksimum yang berhasil dicapai adalah 123 km/jam. Itu pun belum optimal karena kondisi angin yang cukup kencang. Bila posisi tubuh lebih aerodinamis, mungkin bisa lebih cepat lagi.
Deviasi antara speedometer dan GPS pun tidak terlalu jauh, sehingga saat berkendara di kecepatan 80–100 km/jam, sudah terasa sangat kencang.
Tips memainkan W-SHIFT untuk akselerasi maksimal:
- Mulai dengan riding mode ‘S’.
- Buka gas penuh agar W-CVT langsung aktif.
- Tekan tombol W-SHIFT dan pilih rasio ke-3 agar RPM langsung tinggi (sekitar 8.000–9.000 RPM).
- Jangan terlalu lama ditahan. Setelah itu, lepaskan W-SHIFT agar rasio kembali normal dan napas mesin jadi lebih panjang.
- Setelah mencapai sekitar 100 km/jam, pindah ke riding mode ‘T’ untuk memperpanjang putaran mesin di kecepatan tinggi.
