12 Alasan Mengapa Orang Indonesia Timur Mendukung Israel di Tengah Penderitaan Rakyat Palestina

Alasan Orang Indonesia Timur Mendukung Israel
Alasan Orang Indonesia Timur Mendukung Israel
0 Komentar

Hal-hal semacam ini bukan semata ekspresi budaya, tetapi bagian integral dari teologi. Israel bukan hanya sebuah negara, melainkan simbol nubuat, janji Tuhan, dan lambang kemenangan umat.

  1. Konflik Agama

Konflik agama yang terjadi di Maluku pada akhir 1990-an menjadi titik balik yang sangat menentukan. Ribuan korban jiwa berjatuhan, rumah-rumah ibadah dibakar, dan komunitas-komunitas terpecah. Dalam konflik ini, umat Kristen dan Muslim saling berhadapan secara brutal. Dalam banyak kesaksian dari masyarakat Kristen Maluku, konflik ini menanamkan luka dan rasa curiga mendalam terhadap Islam politik.

Bagi sebagian orang, luka ini menjadi pintu masuk bagi narasi simpati terhadap Israel. Mereka melihat Israel sebagai kaum kecil yang dikepung oleh dunia Muslim, sebuah analogi yang mereka rasakan secara langsung dalam konflik di Ambon. Meskipun narasi ini menyederhanakan realitas, ia tetap kuat secara psikologis dan mengakar dalam memori kolektif.

Baca Juga:2 Resep Es Kopi Enak dan Murah Bahan Kurang Dari Rp10.000 Andalan Anak Kos10 Game Android Offline Terbaik 2025, Seru Tanpa Koneksi Internet

Sementara itu, media lokal maupun internasional yang dikonsumsi masyarakat turut memperkuat narasi tersebut. Tayangan seperti Jerusalem Countdown atau film-film bertema akhir zaman produksi gereja-gereja Amerika kerap menampilkan Israel sebagai benteng terakhir kebenaran di tengah dunia yang jahat dan kacau.

Perasaan menjadi minoritas secara nasional, namun mayoritas secara lokal, membuat banyak orang timur merasa tidak memiliki ikatan emosional terhadap perjuangan Palestina. Dalam berbagai diskusi, sering muncul pernyataan seperti, “Mengapa kami harus membela Palestina, yang bahkan tidak peduli pada kami? Dulu pun Palestina hanya mendukung Indonesia bagian barat, bukan kami.”

Pandangan ini diperkuat oleh minimnya peran organisasi-organisasi Islam besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) atau Muhammadiyah dalam merangkul dan menjalin solidaritas dengan komunitas Kristen timur dalam sejarah panjang Indonesia.

Maka, simpati terhadap Israel di beberapa wilayah timur Indonesia dapat dipahami sebagai reaksi balik atas perasaan tersisih dan tidak dianggap. Bahkan jika secara moral dan politik mereka menyadari bahwa apa yang terjadi di Gaza adalah sebuah tragedi kemanusiaan.

  1. Faktor Politik

Generasi muda dari Indonesia timur yang kini sedang menempuh pendidikan di kota-kota besar atau aktif di media sosial memiliki peluang untuk berpikir lebih kritis. Beberapa di antaranya mulai mempertanyakan narasi gereja yang terlalu pro-Israel dan memilih untuk menyuarakan solidaritas terhadap Palestina sebagai bentuk keadilan universal, bukan sekadar identitas keagamaan.

0 Komentar