Sistem ini tidak hanya berfungsi, tetapi juga bersih dan senyap. Tidak ada asap, tidak ada suara deru mesin, dan tidak perlu menunggu lama. Rasanya seperti mengendarai mobil listrik premium, dengan satu perbedaan utama, tidak ada baterai besar di bawah lantai kendaraan.
Apa yang diciptakan Toyota bukanlah sekadar inovasi dalam sistem penggerak, melainkan pengganti yang bersih, efisien, dan ramah lingkungan untuk mesin pembakaran internal.
Toyota Mirai
Toyota Mirai adalah bukti konkret dari visi ini. Lebih dari sekadar prototipe, Mirai merupakan kendaraan hidrogen produksi massal yang diluncurkan pertama kali pada tahun 2014. Mobil ini hadir sebagai pernyataan teknologi hidrogen bukanlah mimpi.
Baca Juga:Jangan Beli Starlink Sebelum Mengetahui 5 Hal Penting IniFT Group Jalankan Modus Penipuan Investasi Berkedok Aplikasi Penghasil Uang
Versi terbaru Mirai mampu menempuh jarak lebih dari 400 kilometer dalam satu kali pengisian bahan bakar, yang hanya memerlukan waktu lima menit. Mobil ini menghasilkan tenaga sebesar 182 daya kuda dan torsi 300 Nm, dengan kenyamanan dan kesenyapan layaknya sedan mewah.
Keajaiban sejati terletak di balik kap mesin. Tidak ada emisi gas buang, tidak ada baterai yang perlu diisi ulang, hanya hidrogen terkompresi yang bereaksi di dalam sel bahan bakar untuk menghasilkan tenaga dan uap air. Toyota telah menyempurnakan setiap elemen, mulai dari tangki penyimpanan hingga fuel cell stack, sehingga menjadi lebih aman, lebih ringan, dan jauh lebih efisien.
Mirai bukan mobil masa depan, ia sudah hadir hari ini. Mobil ini telah melintasi jalan-jalan di Jepang, California, dan sejumlah negara Eropa. Dari waktu ke waktu, Mirai menjadi semakin terjangkau, bertenaga, dan layak dimiliki. Toyota tidak meminta kepercayaan; mereka membangun kepercayaan itu, bagian demi bagian, dari logam, air, dan gerakan nyata.
Mempelajari dari Masa Lalu
Mobil bertenaga air bukanlah konsep baru. Sayangnya, sejarahnya dipenuhi dengan klaim palsu dan penipuan. Dari kendaraan ciptaan Stanley Meyer di tahun 1990-an hingga klaim JPX pada 2008, banyak janji mobil “bertenaga air keran” gagal di bawah pengujian ilmiah. Beberapa bahkan dinyatakan sebagai penipuan di pengadilan, karena melanggar prinsip dasar energi.
Maka, ketika Toyota berbicara tentang kendaraan bertenaga air, skeptisisme publik adalah hal yang wajar. Namun pendekatan mereka berbeda. Ini bukan tentang membelah air secara langsung di dalam mobil, melainkan memproduksi hidrogen di luar kendaraan, menyimpannya secara aman, dan menggunakannya secara efisien. Solusi yang ditawarkan Toyota bukanlah sulap, melainkan sains, berbasis kimia, bukan mitos.
