Kendaraan listrik tetap menyumbang polusi, hanya saja tidak di tempat Anda melihatnya langsung. Polusi tersembunyi berasal dari proses produksi di pabrik, aktivitas pertambangan, dan jaringan listrik yang menopangnya. Dengan kata lain, meskipun kendaraan listrik adalah langkah ke depan, ia bukan garis akhir.
Toyota Ingin Menulis Ulang Aturan Main
Toyota tidak sekadar menciptakan mesin yang lebih baik, mereka tengah mencoba menulis ulang seluruh buku aturan. Sebab, jika benar ada cara untuk menggerakkan mobil hanya dengan air, sesuatu yang sederhana dan melimpah, maka itu bisa menjadi jalan keluar dari krisis lingkungan dan energi yang kita hadapi saat ini, tanpa perlu mengganti satu masalah dengan masalah lain.
Toyota memahami satu hal penting yang sering diabaikan, hidrogen, unsur yang selama ini dianggap tidak relevan, kini tampil kembali sebagai solusi potensial. Sebelum baterai menjadi pusat perhatian dunia otomotif, hidrogen telah lama menjadi gagasan yang mengambang di latar belakang. Sebagai unsur paling ringan dan salah satu yang paling melimpah di alam semesta, hidrogen sempat dianggap terlalu mahal, terlalu tidak stabil, dan terlalu futuristik. Namun kini, ketika berbagai tantangan teknologi baterai semakin nyata, hidrogen muncul kembali, dan kali ini, dengan kesiapan penuh.
Baca Juga:Jangan Beli Starlink Sebelum Mengetahui 5 Hal Penting IniFT Group Jalankan Modus Penipuan Investasi Berkedok Aplikasi Penghasil Uang
Tidak seperti baterai, hidrogen tidak memerlukan proses penambangan besar-besaran. Ia dapat dihasilkan dari air. Saat digunakan dalam fuel cell (sel bahan bakar), hidrogen tidak terbakar atau meledak, melainkan hanya bereaksi. Hidrogen bertemu dengan oksigen, menghasilkan aliran listrik, dan satu-satunya emisi yang keluar adalah uap air, tanpa asap, tanpa polusi.
Keunggulan Hidrogen Dibanding Baterai
Kekuatan utama teknologi hidrogen bukan hanya pada kebersihannya, tetapi juga pada kecepatan dan efisiensinya. Pengisian bahan bakar hanya membutuhkan waktu beberapa menit, bukan berjam-jam seperti kendaraan listrik.
Jangkauan kendaraan juga tidak terbatas. Berbeda dengan baterai yang semakin berat seiring kapasitasnya ditingkatkan, sistem berbasis hidrogen tetap ringan dan dapat dioptimalkan untuk berbagai skala, mulai dari mobil, bus, truk jarak jauh, hingga pesawat terbang, area yang selama ini sulit dijangkau oleh baterai berbasis litium.
