7 Alasan Mengapa Beli Mobil Bekas Lebih Menguntungkan daripada Mobil Baru

Beli Mobil Bekas Lebih Menguntungkan daripada Mobil Baru
Beli Mobil Bekas Lebih Menguntungkan daripada Mobil Baru
0 Komentar

“Lebih baik repot sedikit dan hemat puluhan juta, atau santai tapi harus merelakan uang lenyap dalam sekejap?”

  1. Kalau Mau Jual Lagi, Siap-Siap Rugi Lebih Besar

Sekarang bayangkan Anda ingin menjual mobil baru tersebut dua tahun setelah pembelian. Depresiasinya bisa mencapai 25% hingga 35% dari harga awal. Artinya, mobil seharga Rp300 juta bisa turun menjadi Rp195 juta atau bahkan lebih rendah lagi dalam waktu hanya dua tahun.

Jika ditelaah lebih dalam, membeli mobil baru sebenarnya bisa membuat Anda kehilangan cukup banyak uang. Memang, mobil baru menawarkan sensasi berbeda, semuanya serba baru, bersih, wangi, dan tampak segar. Tentu, pengalaman seperti ini tidak akan Anda dapatkan jika membeli mobil bekas.

Baca Juga:Bukan Listrik, Mobil Masa Depan Toyota Berjalan dengan Air Tanpa PolusiJangan Beli Starlink Sebelum Mengetahui 5 Hal Penting Ini

Namun, ada fakta menarik, wangi mobil bekas justru terkadang lebih nyaman dibandingkan mobil baru.

Mobil baru biasanya hanya membawa aroma khas pabrik. Sementara itu, mobil bekas, terutama yang dijual melalui dealer resmi, biasanya sudah melalui proses salon interior, sehingga wanginya justru terasa lebih nyaman dan bersih. Berbeda jika Anda membeli mobil bekas dari perorangan, yang justru sering kali beraroma apek atau kurang sedap.

  1. Terikat dengan Servis di Dealer

Alasan lain untuk mempertimbangkan ulang membeli mobil baru adalah soal servis. Membeli mobil baru mengharuskan Anda melakukan servis rutin di dealer resmi jika tidak ingin garansi hangus.

Apakah servis di dealer buruk? Tentu tidak. Hanya saja, biayanya relatif lebih mahal dibandingkan dengan servis di bengkel umum.

Memang, untuk tahun-tahun pertama biasanya hanya pergantian oli atau perawatan ringan. Namun yang perlu Anda perhatikan, garansi mobil biasanya berlaku selama 3 hingga 5 tahun, tergantung merek. Dalam rentang waktu tersebut, suku cadang tentu mulai mengalami keausan, dan di sinilah daya tahan finansial Anda akan diuji.

  1. Pajak Mobil Baru Lebih Mahal

Selain servis, pajak juga menjadi faktor penting. Pajak mobil baru tergolong cukup tinggi. Rata-rata, pajak tahunan mobil baru berkisar antara Rp3 juta hingga Rp5 juta, tergantung jenis dan harga mobilnya. Dan ini belum termasuk pajak lima tahunan.

0 Komentar