10 Merek Motor Ini Sebaiknya Jangan Dibeli, Tampangnya Doang yang Keren

Merek Motor Ini Sebaiknya Jangan Dibeli
Merek Motor Ini Sebaiknya Jangan Dibeli
0 Komentar

Banyak pengguna yang akhirnya merasa kurang puas karena motor ini terasa seperti versi “setengah jadi” dari Honda Vario. Daripada memilih tipe ini hanya karena harga lebih murah, lebih bijak untuk sedikit menambah anggaran dan memilih varian ISS, atau bahkan mempertimbangkan Honda Vario 160 yang menawarkan peningkatan performa dan fitur secara menyeluruh.

  1. Suzuki Address

Suzuki Address sebenarnya memiliki reputasi sebagai motor tangguh dan irit bahan bakar. Namun, secara keseluruhan, motor ini terkesan seperti produk yang terlambat rilis. Desainnya menyerupai motor era 2010-an, bahkan beberapa aspek mengingatkan pada motor produksi awal 2000-an.

Suara starternya terdengar kasar, khas motor lawas. Fitur side stand switch tidak tersedia, padahal fitur ini kini sudah menjadi standar pada banyak motor modern. Panel instrumennya pun masih sepenuhnya analog dan terkesan kuno.

Baca Juga:7 Alasan Mengapa Beli Mobil Bekas Lebih Menguntungkan daripada Mobil BaruBukan Listrik, Mobil Masa Depan Toyota Berjalan dengan Air Tanpa Polusi

Dengan tampilan dan fitur yang minim inovasi, tidak mengherankan jika motor ini kurang diminati di pasaran. Bahkan, pada tahun 2018, Suzuki Indonesia tercatat hanya mengirimkan satu unit motor ini. Hal tersebut menjadi cerminan rendahnya permintaan terhadap Suzuki Address di pasar lokal. Jadi, sebelum memutuskan membeli, pertimbangkan kembali apakah Anda ingin memiliki motor dengan eksistensi pasar yang sangat terbatas.

  1. Yamaha Fino 125

Yamaha Fino pernah menjadi pesaing kuat Honda Scoopy di segmen skuter bergaya retro. Namun kini, posisinya semakin tidak jelas dan tertinggal dibandingkan kompetitornya. Masalah utama dari Fino 125 terletak pada desain yang stagnan, teknologi yang minim, serta fitur yang sudah tertinggal zaman.

Meskipun menggunakan mesin Blue Core 125 cc yang dikenal irit, performanya tak jauh berbeda dari Yamaha Mio M3. Panel instrumennya masih analog, sementara kompetitor seperti Scoopy telah menghadirkan tampilan digital yang lebih modern dan informatif.

Populasi Fino di jalanan juga semakin jarang, dan harga jual bekasnya mengalami penurunan signifikan. Dengan kondisi seperti ini, wajar jika banyak konsumen ragu untuk memilih Yamaha Fino 125 sebagai motor harian.

  1. Honda Forza 250

Honda Forza 250 dikenal sebagai skuter premium yang mengusung kesan eksklusif dan mewah. Namun jika ditelaah lebih jauh, motor ini terasa terlalu mahal untuk fitur dan performa yang ditawarkan. Dengan harga yang menembus angka Rp90 juta ke atas, Forza hanya menawarkan mesin 250 cc yang performanya biasa saja, torsi bawah terasa lamban, handling terasa berat, dan posisi berkendara kurang ergonomis jika dibandingkan dengan Yamaha XMAX.

0 Komentar