JABAR EKSPRES – Siapa bilang modal usaha harus mahal dan penuh risiko riba? Di tahun 2025 ini, Bank Syariah Indonesia (BSI) kembali menghadirkan program Kredit Usaha Rakyat KUR BSI 2025 berbasis syariah yang bisa jadi angin segar buat kamu para pelaku UMKM yang ingin memulai atau mengembangkan usaha tanpa rasa was-was.
KUR BSI 2025 ini hadir dengan sistem pembiayaan bebas bunga (riba), karena menggunakan prinsip akad syariah seperti murabahah (jual beli) atau ijarah (sewa).
Artinya, kamu akan tahu sejak awal berapa jumlah yang harus dibayar per bulan, tanpa tambahan bunga yang bikin deg-degan.
Baca Juga:Simulasi Cicilan KUR BRI Pinjaman Rp100 Juta, Mulai Rp800 Ribuan per Bulan?8 Kode Redeem FC Mobile 2 Juli 2025, Buruan Klaim!
Rincian Tabel Angsuran KUR BSI 2025
Nah, buat kamu yang penasaran seberapa ringan cicilan dari KUR BSI ini, yuk kita lihat langsung simulasinya:
Pinjaman Rp 1.000.000:
12 bulan: Rp 88.333/bulan
24 bulan: Rp 46.667/bulan
60 bulan: Rp 21.667/bulan
Pinjaman Rp 10.000.000:
12 bulan: Rp 883.333/bulan
24 bulan: Rp 466.667/bulan
60 bulan: Rp 216.667/bulan
Pinjaman Rp 50.000.000:
12 bulan: Rp 4.416.667/bulan
24 bulan: Rp 2.333.333/bulan
60 bulan: Rp 1.083.333/bulan
Cicilan super ringan ini tentunya bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan usaha kamu.
Mau cepat lunas? Pilih tenor 12 bulan. Mau angsuran bulanan lebih ringan? Tenor 60 bulan bisa jadi pilihan.
Apa Sih Kelebihannya?
Kenapa sih KUR BSI 2025 ini jadi favorit banyak pelaku usaha?
- Tanpa bunga alias 100% bebas riba
- Tenor fleksibel hingga 60 bulan
- Plafon pinjaman mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 50 juta
- Tidak perlu agunan tambahan untuk pinjaman di bawah Rp 50 juta
- Proses pengajuan cepat dan tidak ribet
Cocok banget buat kamu yang baru mulai usaha, atau bahkan yang udah jalan dan butuh tambahan modal buat scale up.
Syarat Pengajuan KUR BSI 2025
Tenang, syaratnya gak ribet kok. Berikut ini beberapa hal yang perlu kamu siapkan:
- Warga Negara Indonesia minimal usia 21 tahun.
- Usaha sudah berjalan minimal 6 bulan.
- Punya NIB (Nomor Induk Berusaha) atau surat keterangan usaha dari RT/RW atau kelurahan.
- Tidak sedang menerima kredit produktif dari lembaga keuangan lain.
- Dokumen pribadi: KTP, KK, dan dokumen usaha (seperti foto, pembukuan sederhana, dll).
