Trump Siap Kirim Surat ke 200 Negara untuk Atur Ulang Ketentuan Perdagangan

Trump Siap Kirim Surat ke 200 Negara untuk Atur Ulang Ketentuan Perdagangan
Ilustrasi (SUMBER FOTO: Freepik/mindandi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana untuk mengirim surat ke sekitar 200 negara sebagai bagian dari strategi barunya dalam mengatur ulang tarif dan ketentuan perdagangan internasional.

Langkah ini diperkirakan akan dilakukan sebelum tanggal 9 Juli, bersamaan dengan berakhirnya penangguhan tarif terhadap berbagai negara, termasuk Uni Eropa.

Dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan pada Minggu (29/6), Trump menyatakan bahwa surat-surat tersebut akan menjadi dasar komunikasi resmi yang menetapkan persyaratan baru bagi negara-negara yang ingin berdagang dengan Amerika Serikat.

Baca Juga:Samsung Galaxy A35 5G: Hp Mid-Range Premium Penuh FiturMarc Marquez Menang di GP Belanda, Tapi Tak Sepenuhnya Puas karena Insiden Alex Marquez

“Apa yang akan saya lakukan sebelum 9 (Juli) adalah mengirim surat ke semua negara ini,”  kata Trump.

Ia menyampaikan bahwa surat itu akan berisi pesan tegas mengenai apa yang harus dilakukan negara mitra jika ingin tetap menikmati akses ke pasar AS.

“Kami akan mengirim surat dan kami akan katakan: ‘Bagi kami ini adalah suatu kehormatan besar, dan ini yang harus Anda lakukan untuk berdagang di Amerika Serikat… Semoga Anda beruntung’,” ujar Trump.

Trump berharap langkah ini dapat meredakan ketegangan dagang dan menjadi awal penyelesaian perselisihan dengan banyak negara. Ia juga menyebut bahwa pemerintahannya akan menilai ulang hubungan dagang dengan setiap negara berdasarkan seberapa baik mereka memperlakukan Amerika.

“Kami akan melihat bagaimana suatu negara memperlakukan kami. Apakah mereka baik? Apakah mereka tidak begitu baik. Untuk beberapa negara, kami tak peduli, kami hanya akan menetapkan tarif yang tinggi,” tegasnya.

Di sisi lain, hubungan dagang AS-Kanada kembali menjadi sorotan. Pada Jumat (27/6), Trump mengumumkan penghentian sementara negosiasi dengan Kanada terkait pajak layanan digital yang diterapkan terhadap perusahaan teknologi asal AS. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini akan tetap berlaku hingga Kanada mencabut pajak tersebut.

0 Komentar