4 Langkah Cerdas Sebelum Kamu Putuskan Resign

Langkah Cerdas Sebelum Kamu Putuskan Resign
Langkah Cerdas Sebelum Kamu Putuskan Resign. Ilustrasi: Pexels
0 Komentar

Dana darurat ini sangat bermanfaat ketika kamu ingin resign dari kantor, karena minimal kamu masih punya “nafas”. Dalam dunia startup, istilah ini dikenal sebagai runway cost, yaitu berapa lama kamu bisa bertahan hidup tanpa pemasukan tetap.

Artinya, jika kamu menabung untuk menutup kebutuhan hidup selama 6 bulan, maka saat kamu resign, kamu masih bisa makan dan bertahan hidup selama 6 bulan ke depan. Itu akan memberi kamu waktu untuk mencari pekerjaan baru tanpa panik atau tertekan secara finansial.

Bagi kamu yang ingin resign dan langsung mencari pekerjaan baru, minimal miliki dana darurat untuk hidup selama 6 bulan.

Baca Juga:8 Bentuk Penyimpangan Umat Beragama di Indonesia yang MenjijikanGudang Garam Terancam Bangkrut, Ancaman Rokok Ilegal dan Vape Makin Nyata

Namun, jika kamu ingin resign dan kemudian memulai usaha sendiri, menjadi freelancer, atau menjadi content creator, maka tolong, persiapkan dana darurat yang lebih panjang. Kami sarankan minimal 9 hingga 12 bulan dana darurat.

Mengapa 12 bulan? Karena dari pengalaman saya pribadi dan murid-murid saya yang sudah berhasil, rata-rata mereka baru mendapatkan penghasilan stabil dari media sosial setelah 12 bulan. Bahkan ada beberapa yang baru bisa menutup kebutuhan hidupnya di bulan ke-13.

Jadi, kalau kamu sudah menabung untuk 9–12 bulan ke depan, kamu akan memiliki “nafas” yang cukup untuk benar-benar mengejar profesi impianmu tanpa terburu-buru, tanpa stres berlebihan.

  1. Cari Pekerjaan Sementara

Kami juga punya solusi yang lebih realistis lagi, yang akan kami bahas di bagian ketiga, dibanding langsung resign dan menjadi pengangguran tanpa ada pemasukan sama sekali.

Misalnya, kamu sudah merasa sangat tidak nyaman dan benci dengan kantor tempatmu bekerja sekarang. Cobalah untuk mencari kantor lain yang lebih dekat dari rumah, meskipun mungkin gajinya tidak sebesar kantor sebelumnya. Pilih pekerjaan yang lebih ringan, yang tidak terlalu menyita tenaga dan pikiranmu seperti pekerjaan sebelumnya.

Dengan begitu, setidaknya kamu tetap bisa bekerja tanpa harus menempuh perjalanan jauh menggunakan kereta atau bus yang melelahkan setiap hari. Meskipun penghasilanmu mungkin tidak besar, perutmu tetap kenyang, dan orang-orang yang bergantung padamu tetap bisa makan.

Keuntungannya adalah kamu punya lebih banyak waktu karena perjalanan ke kantor menjadi lebih singkat. Fokus utamamu di kantor baru ini bukan untuk naik jabatan atau mengejar prestise, cukup bekerja secara normal untuk memenuhi kebutuhan hidup, sambil membangun pekerjaan sampingan atau side hustle yang kamu impikan.

0 Komentar