Selama proses asesmen berlangsung, lalu lintas akan dialihkan dan akses menuju lokasi ditutup untuk memastikan keselamatan pengguna jalan. Adhitia juga meminta maaf kepada warga atas potensi gangguan yang ditimbulkan dari proses ini.
Jika hasil asesmen menyatakan struktur jembatan masih aman, langkah cepat akan dilakukan dengan membongkar bagian jalan yang ambles dan melakukan penambalan.
Drainase yang tersumbat juga akan diperbaiki untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Baca Juga:Dinilai Penting untuk Menuju Indonesia Maju 2045, Menko PMK Ajak Kepala Daerah Kembangkan SDM7,39 Juta Peserta JKN Dinonaktifkan, Efek Efisiensi Anggaran?
“Penutupan secepatnya, asesmen dilakukan secepatnya. Kalau ternyata aman, struktur aman, kita hanya akan bongkar satu ruas jalan ini saja,” jelas Adhitia.
Untuk sementara, kendaraan roda dua masih bisa melintas terbatas, namun tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penutupan total jika diperlukan. Proses perbaikan akan menggunakan anggaran pemeliharaan jalan yang telah tersedia di APBD.
“Langsung dikerjakan dengan anggaran pemeliharaan kita. Tapi kalau ternyata hasil asesmennya ada kesalahan atau kerusakan struktur, mungkin ini yang harus dibahas kembali kemudian untuk penanganannya seperti apa,” imbuhnya.
Poin penting dari insiden ini adalah buruknya fungsi drainase yang seharusnya menjaga struktur jalan tetap kering.
Adhitia menekankan bahwa air yang merembes masuk ke beton lapisan atas jembatan menjadi pemicu utama amblesnya permukaan jalan.
“Karena harusnya itu kering. Harusnya kering, tidak boleh ada air masuk ke beton tersebut,” tutupnya. (Mong)
