JABAR EKSPRES – Tahukah kamu kalau malam 1 Suro bukan sekadar malam biasa bagi orang Jawa? Di balik keheningannya, tersimpan sejuta makna spiritual, filosofi hidup, hingga tradisi leluhur yang dijaga turun-temurun.
Salah satu kepercayaan yang masih dipercaya kuat adalah larangan keluar rumah di malam 1 Suro. Tapi, kenapa sih kok sampai segitunya?
Yuk, kita kupas tuntas alasan di balik kepercayaan ini, supaya kamu bisa memahami lebih dalam dan ikut melestarikan kearifan lokal yang sarat makna!
Baca Juga:Pinjam Rp50 Juta Tanpa Agunan di KUR BRI 2025, Cicilan Mulai Rp1 Jutaan per Bulan!Amplop Berisi Saldo DANA Gratis hingga Rp489.000, Cek di Sini!
Malam 1 Suro: Lebih dari Sekadar Penanggalan
Dalam kalender Jawa, 1 Suro adalah awal tahun baru. Uniknya, tanggal ini juga sering bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah.
Tapi jangan bayangkan perayaannya seperti pergantian tahun pada umumnya ya. Justru, masyarakat Jawa menyambutnya dengan sunyi, khusyuk, dan penuh perenungan.
Malam 1 Suro dianggap sangat sakral. Mulainya bukan tengah malam lho, tapi sejak matahari tenggelam.
Tahun ini, malam 1 Suro jatuh pada Kamis malam, 26 Juni 2025, dan berlanjut hingga Jumat, 27 Juni 2025.
Dalam kepercayaan Jawa, malam ini adalah waktu di mana batas antara dunia nyata dan dunia gaib menjadi sangat tipis.
Kenapa Harus di Rumah?
Banyak orang tua Jawa bilang, “Kalau gak ada urusan penting, jangan keluar rumah saat malam Suro.”
Larangan ini bukan asal larang ya, tapi dilandasi oleh keyakinan bahwa energi gaib sangat aktif di malam itu.
Baca Juga:SPMB Kota Bandung 2025: Ini Syarat Jalur Domisili yang Gantikan ZonasiSegera AMBIL Saldo DANA Gratis Rp349.000 di Amplop Ini
Banyak makhluk halus dipercaya berkeliaran, dan kita yang “terbuka secara spiritual” bisa saja terdampak kalau tidak hati-hati.
Bukan cuma gangguan makhluk halus, tapi juga potensi nasib buruk, penyakit, bahkan kecelakaan.
Kepercayaan ini makin diperkuat dengan cerita-cerita turun-temurun, seperti orang yang melihat penampakan aneh atau mengalami kejadian ganjil karena nekat keluar rumah di malam Suro.
Tapa Bisu: Tradisi Sakral Penuh Makna
Nah, ini bagian yang menarik! Salah satu alasan kenapa orang Jawa memilih tetap di rumah adalah karena tradisi tapa bisu.
Ini bukan sekadar diam, tapi benar-benar hening: tidak bicara, tidak makan, tidak minum, dan tentu saja tidak keluar rumah. Tujuannya adalah melakukan perenungan mendalam.
