Sebelumnya, Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Barat, Achmad Haidar, pun menanggapi persoalan ini.
Achmad menjelaskan bahwa proses relokasi masih dalam tahap kajian akademik yang melibatkan Institut Teknologi Bandung (ITB).
“Beberapa kali sudah dilakukan tinjauan. Untuk rencana relokasi, sesuai arahan Pak Gubernur, akan mengadopsi konsep rumah adat Sunda seperti di Kampung Naga, disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat,” ungkap Achmad.
Baca Juga:Terjebak Skema Besar, Manchester United Mandek di Bursa TransferSPMB Kota Bandung Bersih dari Jual Beli Kursi, Tak Ditemukan Transaksi Mencurigakan
Di sisi lain, longsor kembali terjadi di Kampung Ciburial, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, yang berdampak pada lima KK dengan 19 jiwa. Relokasi dinilai mendesak guna mencegah longsor susulan.
Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, mengakui bahwa persoalan utama dalam keterlambatan relokasi terletak pada penyediaan lahan.
“Kita terus berproses. Memang kendalanya di lahan, tapi kita upayakan agar pemindahan warga bisa segera terealisasi. Untuk kebutuhan sehari-hari kita usahakan agar terpenuhi,” ujar Asep. (Wit)
