JABAR EKSPRES – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Barat bersama Kantor Cabang Bandung Suci turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Aktivasi Pilot Project “Berdaya Bersama”.
Kegiatan dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia digelar di kawasan Braga Pendek, Kota Bandung, Sabtu (21/6).
Kegiatan dari Program “Perintis Berdaya” ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui standarisasi pelatihan dan pendampingan usaha.
Baca Juga:7,3 Juta Peserta PBI Dinonaktifkan, Begini Tanggapan BPJS KesehatanPemkot Bandung dan BPJS Ketenagakerjaan Bekerja Sama Beri Jaminan dan Perlindungan Pekerja Jasa Konstruksi
Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan hadir sebagai partisipan dengan membuka booth layanan untuk mensosialisasikan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan terhadap masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM, wirausaha muda, dan komunitas pemberdayaan masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Jawa Barat BPJS Ketenagakerjaan, Kunto Wibowo menyampaikan, partisipasi BPJS Ketenagakerjaan dalam kegiatan merupakan bentuk nyata komitmen untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui perlindungan jaminan sosial.
”Kami menyambut baik inisiatif kolaboratif ini karena sejalan dengan misi kami dalam memperluas cakupan perlindungan bagi para pekerja informal, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil,” terangnya, Sabtu (21/6).
Melalui kegiatan ini, lanjutnya, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan bahwa pelaku ekonomi akar rumput juga mendapatkan akses terhadap jaminan sosial yang layak.
”Melalui partisipasi pada kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap semakin banyak masyarakat sadar akan pentingnya perlindungan sosial bagi keberlanjutan usaha dan kesejahteraan pekerja secara menyeluruh,” tutup Kunto.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Abdul Muhaimin Iskandar, serta Direktur Perencanaan Strategis dan TI BPJS Ketenagakerjaan, Zainudin.
Keduanya memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi lintas sektor ini. (*)
