“Jika investasi terus dilakukan dan militer dikirim ke tanah Papua. Kami akan datang dan membuat tenda di sini. Kami menyampaikan kondisi Papua hari ini tidak baik-baik saja,” tandasnya.
Bersamaan, Juru Bicara Front Rakyat Anti Investasi dan Militerisme, Weak Kosay menilai negara Indonesia saat ini sedang dihadapkan oleh investasi-investasi yang terus datang mengeruk sumber daya alam tanpa melihat yang diinginkan oleh rakyat.
Menurut dia, kehadiran militer di Papua berkaitan erat dengan investasi. “TNI/Polri sendiri digunakan untuk mengamankan kepentingan ekonomi politik kaum pemodal,” ujar Weak.
Baca Juga:77 Kasus PMI Ilegal Terungkap di Bandung Barat, Disnakertrans: Mereka Tergiur Janji CaloUsai Dilantik, Kadisdik Kota Bandung Langsung Agendakan Konsolidasi dan Kawal Ketat Pelaksanaan SPMB
Dirinya pun menyayangkan, operasi militer telah memaksa warga mengungsi dari kampung halaman mereka. “Di Kabupaten Intan Jaya, rakyatnya sudah mengungsi ke Nabire agar menolak masuknya Blok Wabu,” sesalnya.
