Puluhan Massa Tuntut Hentikan Investasi dan Militerisasi di Tanah Papua, Layangkan Sejumlah Tuntutan

Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua dan Front Rakyat Anti Investasi dan Militerisme melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (16/6). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua dan Front Rakyat Anti Investasi dan Militerisme melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (16/6). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

“Jika investasi terus dilakukan dan militer dikirim ke tanah Papua. Kami akan datang dan membuat tenda di sini. Kami menyampaikan kondisi Papua hari ini tidak baik-baik saja,” tandasnya.

Bersamaan, Juru Bicara Front Rakyat Anti Investasi dan Militerisme, Weak Kosay menilai negara Indonesia saat ini sedang dihadapkan oleh investasi-investasi yang terus datang mengeruk sumber daya alam tanpa melihat yang diinginkan oleh rakyat.

Menurut dia, kehadiran militer di Papua berkaitan erat dengan investasi. “TNI/Polri sendiri digunakan untuk mengamankan kepentingan ekonomi politik kaum pemodal,” ujar Weak.

Baca Juga:77 Kasus PMI Ilegal Terungkap di Bandung Barat, Disnakertrans: Mereka Tergiur Janji CaloUsai Dilantik, Kadisdik Kota Bandung Langsung Agendakan Konsolidasi dan Kawal Ketat Pelaksanaan SPMB

Dirinya pun menyayangkan, operasi militer telah memaksa warga mengungsi dari kampung halaman mereka. “Di Kabupaten Intan Jaya, rakyatnya sudah mengungsi ke Nabire agar menolak masuknya Blok Wabu,” sesalnya.

0 Komentar