“Kita ajak warga sekitar ikut terlibat. Bahkan anak-anak muda di kampung sini sekarang bisa jadi host, dapet penghasilan sendiri. Jadi bukan cuma ibadah, tapi ekonomi masyarakat juga ikut hidup,” tambah Aditya.
Selain pelatihan afiliasi, Masjid Affiliate Al-Kahfi juga membuka program pelatihan untuk UMKM secara gratis.
Cukup dengan mengikuti akun TikTok atau Instagram masjid, lalu bergabung ke grup yang ada di bio, masyarakat bisa ikut kegiatan pelatihan tanpa biaya.
Baca Juga:Kemenkeu Bebaskan Pajak dan Bea Masuk 1.800 Barang Jamaah HajiPHK Besar-Besaran, Pemerintah Janjikan Ribuan Lapangan Kerja
Bekerja sama dengan Tokopedia, masjid ini juga menjalankan program khusus pemberdayaan anak yatim.
“Saat ini, ada 10 santri yatim yang tinggal selama enam bulan untuk belajar digital marketing dan bisnis online secara penuh,” ungkapnya.
Saat ini, bangunan masjid masih sederhana, hanya sekitar 15×15 meter termasuk selasar. Namun, antusiasme masyarakat mendorong rencana pengembangan jangka panjang.
“Banyak yang mau ikut tapi tempat nggak cukup. Insya Allah kita lagi siapkan perluasan. Kita ingin masjid ini jadi pusat edukasi umat yang modern, tapi tetap berbasis nilai-nilai Islam,” tutup Aditya.
