Sebagai konten kreator sejak 2021, Aditya sudah mengenal sistem TikTok Affiliate. Namun saat itu, ia masih fokus menjual produk sendiri. Titik balik datang ketika ia kembali bertemu dengan temannya, Om Black, yang ternyata telah sukses menjalani program TikTok Affiliate.
“Dulu saya pernah ajak dia waktu kita ikut lomba Dirham bareng tahun 2019, tapi dia belum tertarik. Eh, tiba-tiba dia datang lagi ke saya dan bilang pengin serius. Saya lihat penghasilannya bisa sejuta per hari dari afiliasi, saya langsung tertarik untuk kembangkan di masjid,” ungkapnya.
Dari situlah lahir program pelatihan affiliate marketing yang dimulai dengan Malam Minggu Cuan pada Juli 2024. Antusiasme tinggi membuat program ini berkembang menjadi Malam Mabit BiCuan, pelatihan intensif selama tiga hari.
Baca Juga:Kemenkeu Bebaskan Pajak dan Bea Masuk 1.800 Barang Jamaah HajiPHK Besar-Besaran, Pemerintah Janjikan Ribuan Lapangan Kerja
“Peserta kita latih dari nol, mulai dari riset produk, bikin konten, sampai latihan live jualan,” jelasnya.
Program ini langsung menarik perhatian. Dari yang awalnya hanya 20 peserta, kini satu sesi pelatihan bisa diikuti hingga 500 orang. Bahkan, ribuan orang antre mendaftar, meski keterbatasan tempat menjadi tantangan.
“Peserta datang dari berbagai daerah, Papua, Kalimantan, bahkan ada yang tinggal beberapa hari di sekitar masjid cuma buat belajar,” terangnya.
Tidak berhenti pada pelatihan, masjid pun menjadi pelaku langsung dalam dunia digital. Sejak April 2024, Masjid Al-Kahfi mulai menjual produk-produk plastik seperti baskom, wadah makanan, piring, dan mangkuk secara online.
“Produk-produk ini dijual lewat TikTok dan marketplace. Bulan pertama omzetnya cuma Rp90 ribu, tapi Desember 2024 tembus Rp1,2 miliar. Sekarang stabil di angka Rp1,3 sampai Rp1,5 miliar per bulan,” tuturnya.
Keuntungan dari usaha itu tak dinikmati pribadi, sebagian besar disalurkan untuk operasional masjid dan kegiatan sosial.
“Masjid dapat sekitar Rp20 juta sampai Rp30 juta per bulan. Ramadan kemarin kita bisa bagikan 9.000 porsi buka puasa dan sahur dari dana sendiri, bukan dari sumbangan luar,” tegasnya.
Baca Juga:Razia Sejumlah Tempat Hiburan Malam di Bandung, 4 Orang Diduga Kedapatan Konsumsi Narkoba!Tolak Euforia Berlebihan, SMPN 1 Cimahi Pilih Perpisahan di Lingkungan Sekolah
Kini, masjid memiliki empat studio live streaming dan sekitar 15 host tetap, sebagian besar warga sekitar yang dilatih untuk siaran 24 jam mengikuti algoritma TikTok.
