JABAR EKSPRES – Markas Komando (Mako) Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung yang berlokasi di Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, diserang hama ulat bulu pada Rabu (4/6/2025). Serangan tersebut mengganggu aktivitas operasional dan menyebabkan 15 petugas mengalami gatal-gatal serius di tangan dan kaki.
Puluhan ulat bulu tiba-tiba muncul dan jatuh dari pepohonan di sekitar markas, lalu menyebar ke berbagai ruangan, termasuk kamar tidur, dapur, dan ruang penyimpanan alat pemadam.
“Banyak ulat kecil yang masuk ke dalam gedung. Kulit jadi merah-merah, hampir semua anggota terdampak,” ujar salah satu petugas Damkar, Septian, Kamis (5/6).
Baca Juga:Perda Sampah Plastik Segera Terbit, Pemkot Cimahi Perketat Pengelolaan LingkunganPR Sekolah Dihapus, Siswa Jabar Diminta Gunakan Waktu di Rumah untuk Bantu Ortu
Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, petugas segera melakukan penyemprotan dengan air sabun ke atap, dinding, dan halaman kantor. Air campuran pembasmi ulat juga digunakan untuk mempercepat penanganan.
Komandan Regu Mako Damkar, Dindin, menjelaskan bahwa serangan ini telah terjadi selama sepekan terakhir dan berdampak pada kesiapsiagaan petugas.
“Serangan ulat ini cukup mengganggu, terutama saat anggota sedang siaga. Banyak yang gatal-gatal,” ungkapnya.
Ia menduga, ulat bulu berasal dari pohon-pohon di sekitar markas seperti pohon mangga dan pete yang terlihat daunnya habis dimakan ulat. Tiupan angin juga disebut menjadi penyebab ulat atau bulunya menempel pada alat pelindung diri (APD) anggota.
Sebagai langkah lanjutan, Damkar mengerahkan satu unit mobil pemadam untuk melakukan penyemprotan menyeluruh ke seluruh area markas, termasuk barak dan bagian belakang gedung.
“Penyemprotan dilakukan dari berbagai arah. Jika dalam beberapa hari masih ditemukan ulat, kami akan lanjutkan dengan pembasmian menggunakan pestisida,” tegas Dindin.
