Selain itu, keberadaan kepala pendidikan dinilai penting untuk mengelola beasiswa pendidikan S2 dan S3 serta memberikan pelatihan kepada para dosen dan staf yang akan naik jabatan.
“Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kualitas SDM dan mendukung kemajuan Unjani sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada pengembangan SDM,” katanya.
Setelah prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan orasi ilmiah dari kedua guru besar. Prof. Dr. apt. Fikri Alatas menjadi yang pertama menyampaikan orasi ilmiahnya dengan judul ‘Potensi Modifikasi Padatan dalam Memperbaiki Sifat Fisikokimia Obat Sintetik dan Bahan Alam.
Baca Juga:Cegah Gangguan Kamtibmas, Warga Diminta Rayakan Malam Takbir Idul Adha di Wilayah Masing-masingLangkah Serius Kelola Sampah di Cimahi, Ngatiyana Siapkan 10 Incinerator!
Dalam paparannya, Prof. Fikri menjelaskan bahwa modifikasi padatan farmasi merupakan bidang yang sangat krusial dalam pengembangan obat modern.
Fokus utamanya adalah mengatasi keterbatasan sifat fisikokimia bahan aktif farmasi (BAF), khususnya terkait kelarutan dan bioavailabilitas yang rendah.
“Berbagai strategi telah terbukti efektif, meliputi pembentukan garam, kokristal, ko-amorf, dan dispersi padat,” ujarnya.
Setiap metode, sambung Fikri, memiliki mekanisme unik untuk meningkatkan kelarutan dan laju disolusi, yang pada akhirnya memperbaiki bioavailabilitas obat.
“Formulator obat biasanya memulai dari metode sederhana seperti pembentukan garam, kemudian beralih ke strategi yang lebih kompleks seperti ko-kristal atau dispersi padat bila diperlukan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa bidang ini telah mengalami pergeseran dari pendekatan coba-coba menuju desain rasional, terutama dalam pengembangan ko-kristal yang meningkatkan akurasi dan efisiensi formulasi.
“Selain itu, ada peningkatan penekanan pada strategi kombinasi seperti sistem ko-amorf terner, yang dapat memberikan peningkatan sifat fisikokimia yang lebih besar,” ujarnya.
Baca Juga:Aktivitas Vulkanik Tangkuban Parahu Meningkat, Wisata Malah Tetap Jalan? Edukasi Pelajar Soal Jam Malam, Polresta Bandung Sambangi Sejumlah Tempat Nongkrong
Menurutnya, tantangan utama dalam formulasi obat dari bahan alam terletak pada kebutuhan untuk mengadaptasi metode modifikasi padatan secara spesifik.
“Modifikasi padatan adalah bidang yang dinamis dan sangat penting dalam farmasi. Inovasi berkelanjutan dalam metode serta pemahaman yang lebih mendalam tentang interaksi molekuler memungkinkan pengembangan obat yang lebih efektif, aman, dan stabil,” tandasnya.
Ia meyakini bahwa masa depan bidang ini akan dipenuhi pendekatan hibrida dan formulasi presisi tinggi, yang seluruhnya didukung oleh kemajuan dalam kimia padatan farmasi.
Sesi orasi dilanjutkan oleh Prof. Dr. Budiman dengan judul ‘Comparative Insomnia Prevalence Between Geriatrics Lived in Urban and Rural Areas: A Multicenter Nationwide Study Analysis’.
