Yang lebih mengkhawatirkan, aplikasi-aplikasi penipuan seperti ini sering menggunakan kedok agama untuk memperdaya masyarakat. Mereka kerap melakukan donasi ke pesantren, anak yatim, atau kegiatan sosial lain, dengan tujuan menarik simpati orang awam agar tergiur untuk ikut bergabung. Padahal semua itu hanyalah kedok dari penipuan berkedok investasi bodong.
Jadi, sudah sangat jelas bahwa aplikasi Kiti menunjukkan banyak sekali ciri-ciri serupa dengan aplikasi-aplikasi penipuan sebelumnya. Saran saya, hentikan penggunaan aplikasi ini sekarang juga sebelum Anda menyesal di kemudian hari.
