Jadi, jangan heran apabila nantinya banyak orang yang mengundang Anda untuk bergabung ke dalam aplikasi Kiti. Hal tersebut terjadi karena mereka mendapatkan komisi dari setiap orang yang berhasil mereka undang. Di dalam aplikasi ini juga terdapat komisi tambahan berupa rabat atau tugas-tugas tertentu. Skema seperti ini jelas hanya menguntungkan segelintir orang yang bergabung lebih awal.
Selain modus unduhan aplikasi, di sini juga tersedia fitur roda keberuntungan. Pengguna bisa memutarnya, namun dengan syarat harus melakukan deposit terlebih dahulu atau mengundang orang lain. Meski fitur ini benar-benar ada, pada dasarnya pengguna hanya urunan atau “patungan” untuk membiayai hadiah-hadiah yang ditawarkan.
Aplikasi ini juga menyediakan fitur yang disebut “celengan”, di mana pengguna bisa melakukan investasi dengan iming-iming laba harian sebesar 1% hingga 2% selama 20 hari. Artinya, dalam 20 hari pengguna bisa mendapatkan keuntungan hingga 40%. Klaim seperti ini sangat tidak masuk akal, karena tidak ada platform yang sah dan legal yang bisa menjamin pengembalian tetap dan sebesar itu—kecuali memang merupakan penipuan.
Baca Juga:5 Uang Kuno Indonesia yang Paling Dicari Kolektor, Harga Tembus Rp5 Juta!Shwe Kokko Kota Judi Raksasa di Myanmar yang Dibangun dari Hasil Menipu Orang Indonesia
Aplikasi Serupa dengan Kiti
Mari kita bongkar lebih jauh dugaan penipuan dalam aplikasi ini. Modus seperti ini sebenarnya sudah pernah digunakan oleh aplikasi-aplikasi Ponzi sebelumnya. Salah satu contohnya adalah aplikasi bernama AKQA. Tugas yang diberikan hampir identik, yakni mengunduh aplikasi lain untuk mendapatkan uang.
Tampilan antarmukanya pun sangat mirip, bahkan alamat websitenya serupa, lengkap dengan format XML dan index HTML yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan besar aplikasi Kiti dan AKQA dikembangkan oleh pihak yang sama.
Aplikasi AKQA ini telah menelan banyak korban. Ketika saya mengungkapkannya pada awal-awal kemunculannya, banyak yang mengejek dan menuduh saya menyebarkan fitnah, hoaks, iri, bahkan dengki. Namun kini terbukti, aplikasi tersebut telah menjadi scam, dan banyak orang mengalami kerugian.
Sebelumnya, ada juga aplikasi lain yang serupa, yaitu BBH. Skemanya pun hampir sama, yakni dengan mengunduh aplikasi lain demi mendapatkan uang. Dan kini, aplikasi BBH pun telah terbukti scam dan memakan banyak korban.
