Waspada Modus Penipuan Instagram Berkedok Giveaway!

Modus Penipuan Instagram
0 Komentar

Setelah itu, mereka mengirimkan tautan (link) untuk mengakses aplikasi. Perlu diwaspadai, jangan sembarangan mengklik tautan tersebut. Kemungkinan besar itu adalah link palsu yang akan meminta Anda untuk masuk (login) menggunakan akun Instagram. Jika Anda login melalui link itu, maka username dan password Anda bisa dicuri oleh pelaku penipuan.

Penipu tersebut dapat mengetahui username dan kata sandi akun Instagram Anda, sehingga sangat mungkin akun Anda akan diretas kembali di kemudian hari. Modus yang digunakan tetap sama, yaitu dengan mengunggah story yang berisi informasi palsu, seperti yang sudah dilakukan pada akun yang sebelumnya diretas.

Keesokan harinya, akun tersebut kembali mengunggah story yang menawarkan uang mulai dari Rp500.000 hingga Rp2.000.000. Karena itu, jangan langsung percaya jika ada teman Anda yang tiba-tiba mengunggah story seperti ini. Dapat dipastikan akun tersebut telah diretas dan isi unggahannya merupakan bagian dari modus penipuan.

Baca Juga:Harga LCGC Meroket! Ini Mobil Alternatif yang Lebih Worth ItReview iQOO Z10 Indonesia: Baterai Jumbo 7300 mAh, Tapi Performa Biasa Saja?

Selain di Instagram, penipuan semacam ini juga marak terjadi di Facebook. Misalnya, ada unggahan seperti:

“Terima kasih Kak (nama seorang artis) dan admin yang sudah mencairkan hadiah giveaway Rp50 juta.”

Unggahan seperti ini pun hampir bisa dipastikan merupakan penipuan. Besar kemungkinan akun yang mempostingnya juga sudah diretas.

Harap berhati-hati saat mengklik tautan yang muncul di Facebook, terutama jika Anda kemudian diminta untuk masuk kembali ke akun. Bisa saja, begitu Anda login, akun Anda langsung diretas oleh pelaku.

Penipuan ini tampak sangat meyakinkan karena disertai dengan foto-foto dan bukti transfer. Namun perlu diketahui bahwa saat ini teknologi sudah sangat canggih—bukti transfer pun bisa dengan mudah diedit agar tampak asli.

Komentar-komentar dalam unggahan penipuan juga kerap ditulis buzzer secara terorganisir. Contohnya:

“Caranya ikut gimana?”

Namun ada juga komentar dari komplotan penipu yang tujuannya meyakinkan calon korban lainnya, seperti:

“Alhamdulillah Mbak, aku juga terpilih sebagai pemenang.”

“Alhamdulillah, akhirnya Ibu juga terpilih.”

Baca Juga:Membongkar Skema Ponzi di Balik Aplikasi Rinck dan AMVCatat! 6 Uang Kuno Ini Bisa Dijual Harga Fantastis Suatu Saat Nanti

Komentar-komentar semacam ini merupakan bagian dari skenario penipuan yang dirancang agar terlihat meyakinkan.

0 Komentar