Bogor Selatan Jadi Fokus Pembangunan: Jalan Lingkar, Wisata, hingga Penataan Sampah

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat memimpin apel di Kantor Kecamatan Bogor Selatan, Senin (27/5). (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat memimpin apel di Kantor Kecamatan Bogor Selatan, Senin (27/5). (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
0 Komentar

Di samping program prioritas tingkat kota, Wali Kota Bogor juga menyampaikan beberapa program pemerintah pusat yang harus dijalankan oleh pemerintah daerah, di antaranya rencana pembangunan Sekolah Rakyat, Dapur SPPG, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penataan lain yang juga menjadi prioritas adalah penanganan masalah lingkungan, khususnya pengolahan sampah.

“Kita tahu sumber air baku PDAM berasal dari Sungai Cisadane. Oleh karena itu, sedikit demi sedikit kita kurangi sampah dengan membangun TPS3R. Kita petakan keberadaan lahan dan coba menyelesaikan masalah sampah mulai dari tingkat RT/RW. Saya minta camat dan lurah untuk mengonsep lahannya,” tegas Dedie.

Baca Juga:Resmi Terbentuk, Koperasi Merah Putih Cimahi Siap Tekan Beban Ekonomi Masyarakat6 Tahun Mangkrak, Gedung Baru DPRD Bandung Barat Resmi Difungsikan

Hal lain yang juga diingatkan oleh Dedie A. Rachim adalah penataan Jalan Bondongan, area Taman Makam Pahlawan, serta penyelesaian longsor Batutulis, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bogor Selatan, dan upaya mitigasi bencana.

Rencana itu beriringan dengan penanganan longsor Batu Tulis yang saat ini masih dalam tahap proses pengadaan lahan. Sambil menunggu proses tersebut, Dedie meminta camat dan lurah berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Dinas PUPR terkait rencana perbaikan yang akan dilaksanakan oleh BTP Bandung.

“Jadi harus ada langkah-langkah cepat dan nyata. Kita akan pastikan, kalau memang bisa dibuka jalan sementara (di Jalan Saleh Danasasmita) untuk roda dua, selama kondisi underpass-nya aman, mungkin tidak jadi masalah. Tapi harus benar-benar dipastikan, jika bisa maka akan kita bantu siapkan,” jelasnya.

Hal tersebut, sambung Dedie, dilakukan sambil menunggu proses pembebasan lahan untuk membuka trase baru.

“Kemudian setelah trase baru dibangun, maka akses Jalan Saleh Danasasmita akan kita ubah menjadi taman atau Leuweung Batutulis,” terangnya.

Dedie berharap dimulai dari tahun ini, seluruh pekerjaan rumah dan pembangunan yang luar biasa besar di Bogor Selatan tersebut bisa terealisasi dalam lima tahun ke depan. (YUD)

0 Komentar