10 Penyebab Kucing Marah yang Perlu Catlovers Tahu!

kucing marah
Ilustrasi kucing marah (SUMBER FOTO: Freepik/freestockcenter)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang penuh misteri. Meski menggemaskan dan tenang, terkadang ada momen ketika kucing marah dan berubah menjadi galak atau agresif.

Perubahan perilaku kucing yang seperti ini sering kali mengejutkan, apalagi jika tanpa sebab yang tampak jelas. Padahal, kemarahan pada kucing tidak terjadi begitu saja.

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab, baik dari aspek lingkungan, kondisi kesehatan, hingga trauma psikologis. Dalam artikel ini, kita akan mengupas secara mendalam apa saja penyebab kucing suka marah dan bagaimana cara mengenali serta menghadapinya.

Baca Juga:WHO: Sekitar 10.000 Jenazah Masih Tertimbun di Gaza, Ribuan Butuh Evakuasi MedisRupiah Melemah Terhadap Dolar AS pada 27 Mei 2025, Kisaran Rp16.240 – Rp16.300

Penyebab Kucing Marah

1. Ketakutan atau Kecemasan

Salah satu alasan utama kucing menunjukkan perilaku agresif adalah karena rasa takut atau cemas. Kucing adalah makhluk teritorial dan sangat peka terhadap perubahan di sekitarnya.

Kehadiran orang asing, suara keras seperti petir atau mesin, bahkan penempatan furnitur yang berbeda bisa membuat mereka merasa terancam.

Dalam kondisi seperti ini, kucing akan merespons dengan sikap defensif, yaitu menunjukannya melalui desisan, cakaran, atau bahkan gigitan. Kemarahan mereka adalah bentuk perlindungan diri terhadap ancaman yang mereka persepsikan.

2. Stres Lingkungan

Stres juga bisa membuat kucing menjadi marah. Lingkungan yang tidak stabil, misalnya rumah yang sering ramai, kebisingan berlebih, pindah tempat tinggal, atau perubahan rutinitas harian bisa membuat kucing merasa gelisah.

Kurangnya stimulasi mental dan fisik juga bisa menyebabkan kebosanan, yang pada akhirnya berkembang menjadi stres dan memicu reaksi agresif.

3. Overstimulasi saat Interaksi

Interaksi manusia dengan kucing yang terlalu intens, seperti membelai secara terus-menerus di area yang sensitif (perut atau pangkal ekor), bisa menyebabkan overstimulasi.

Meskipun kucing tampak menikmatinya pada awalnya, ada titik di mana mereka merasa tidak nyaman. Jika sinyal peringatan ini tidak dipahami pemilik, kucing bisa tiba-tiba marah, menggigit atau mencakar sebagai bentuk reaksi.

Baca Juga:Tips dan Trik Jual Koin Melati dengan Harga Tinggi, Capai 45 Juta!Hyacine Worth It di Pull Atau Tidak?

4. Masalah Kesehatan atau Cedera

Kucing yang sedang sakit atau mengalami cedera cenderung lebih mudah marah. Rasa sakit atau tidak nyaman membuat mereka menjadi sensitif terhadap sentuhan dan lebih waspada terhadap lingkungan.

0 Komentar