JABAR EKSPRES – Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lemdiklat Polri realisasikan Program Presisi Polri dengan cara memfasilitasi kolaborasi strategis antara SMKN Pertanian Pembangunan Lembang dan Yayasan Hira.
Kolaborasi antara dunia pendidikan vokasi dengan sektor filantropi itu dilakukan dalam upaya memperkuat program ketahanan pangan nasional.
Saat ini, SMK Negeri Pertanian Pembangunan Lembang tengah bertransformasi menjadi sekolah berbasis kelas industri dengan fokus pada sektor pertanian.
Baca Juga:Merasa jadi Korban Kepentingan Oligarki, Terdakwa Tipikor di Satpol PP Cimahi Sebut Kasus yang Menjerat Dirinya Penuh RekayasaPegadaian Jabar Beri Diskon Uang Muka Cicil Emas Bagi Nasabah Pembiayaan Porsi Haji
Kepala SMKN Pertanian Pembangunan Lembang, Dr. Rendi Gunawan mengungkapkan, dalam kolaborasi yang dilakukan, pihaknya mendapat dukungan anggaran lebih dari Rp168 juta.
”Dana bantuan akan kami gunakan untuk pengadaan alat praktik, bahan ajar, perangkat digital, serta operasional pendidikan,” terang Rendi, Rabu (21/5).
Rendi mengungkapkan, sejauh ini sinergi dari Sespim dengan SMK Pembangunan Pertanian Lembang berjalan baik. Dia mengatakan, difasilitasinya SMKN Pertanian Pembangunan oleh para Serdik dari Sespim dengan mitra seperti PT Hira, menjadi salah satu contoh adanya sinergitas yang baik.
”Alhamdulillah dukungan dari Yayasan Hira diwujudkan dalam bentuk bantuan alat pelindung diri (APD), alat praktik kerja (APK), serta peralatan teknis pertanian lainnya,” ungkapnya.
Rendi berharap bantuan yang diberikan yayasan Hira mampu menunjang proses pembelajaran dan meningkatkan kompetensi peserta didik dalam pertanian modern.
Dia juga berharap sinergitas ini bisa berkelanjutan. Sebab, bantuan yang diberikan membantu pendidikan yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih maju.
”Dengan fasilitas-fasilitas, sarana-sarana dan alat-alat pertanian yang diberikan bisa men-support kegiatan kami menjadi SMK pertanian yang handal,” tuturnya.
Baca Juga:Tips Komunikasi Lancar dengan Keluarga di Tanah Air Saat Ibadah Haji dan UmrahTingkatkan Kapasitas dan Motivasi Agen, Pegadaian Area Cirebon Gelar Meet Up Agen
SMKN Pertanian Lembang sendiri memiliki lebih dari 850 siswa dan telah mencetak lulusan yang terserap di dunia kerja maupun menjadi wirausahawan muda.
Beberapa di antaranya juga telah mengikuti program magang ke luar negeri, termasuk ke Jepang.
”Output lulusan kami sudah banyak yang terserap dan mandiri. Kami punya program dari hulu ke hilir untuk membentuk petani muda dan wirausaha pertanian,” katanya.
Selain itu, sekolah ini juga menghasilkan produk unggulan seperti tomat cherry, timun cherry, jeruk Dekopon, dan berbagai jenis sayuran. Ia meyakini kolaborasi ini bisa memperkuat ketahanan pangan nasional sesuai visi asta cita Presiden Prabowo.
