“Deklarasi InaPrevent 2025 adalah langkah strategis yang kami harap dapat menjadi tonggak transformasi kesehatan jantung di Indonesi,” ujarnya.
Ketua pelaksana the 8th InaPrevent 2025, dr. Badai Bhatara Tiksnadi, SpJP(K) mengatakan, dengan memfasilitasi pendidikan berkelanjutan melalui symposium dan pelatihan dalam seminar nasional seperti Inaprevent. PERKI memberikan ilmu-ilmu terbaru yang aplikatif bagi dokter umum, dokter spesialis dan paramedis lain nya di bidang prevensi dan rehabilitasi kardiovaskular.
“Kami sebagai dokter spesialis jantung dan pembuluh darah berdedikasi penuh untuk ikut berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan jantung masyarakat. Bahkan kami mengundang para ahli dari dalam dan luar negri untuk memenuhi kebutuhan ilmu para dokter di Indonesia,” ungkapnya.
Baca Juga:Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Meningkatnya Dinamika GlobalBuka Amplop Ini Langsung Dapat Saldo DANA Gratis Rp200.000 Cair ke Akunmu
Deklarasi InaPrevent 2025 merupakan panggilan nasional untuk semua tenaga kesehatan, pembuat kebijakan, dan masyarakat luas agar bersama-sama membangun masa depan jantung yang lebih sehat untuk Indonesia. Berisi langkah-langkah strategis yang berupa sepuluh pernyataan sikap dan aksi yang dirancang untuk menjadi fondasi kerja nasional dalam mengurangi angka kejadian dan dampak dari penyakit kardiovaskular.
Dr. Halim juga menegaskan, dengan semangat ‘Jantung Sehat, Indonesia Kuat’, deklarasi ini mengajak semua pihak untuk berkontribusi, bukan hanya dokter dan tenaga medis, tapi juga keluarga, institusi pendidikan, pemangku kebijakan, sektor swasta, bahkan komunitas olahraga, Para penyintas penyakit kardiovaskular bisa dan berhak mendapat kesempatan kedua menjalani hidup yang produktif dan bermanfaat.
“Kita harus membantu mereka mendapatkan kualitas hidup yang optimal saat pulih setelah serangan,” tegasnya.
Deklarasi ini memiliki cakupan luas dan menyentuh berbagai aspek, mulai dari pencegahan primordial, yang menekankan pentingnya lingkungan yang mendukung kesehatan jantung sejak masa kanak-kanak, hingga prevensi sekunder yang menekankan pentingnya rehabilitasi jantung setelah kejadian akut seperti serangan jantung dan stroke.
Deklarasi InaPrevent 2025 tidak hanya berhenti pada penyataan sikap, tetapi akan ditindaklanjuti dengan Peluncuran kampanye edukasi nasional di media digital dan konvensional, Integrasi program prevensi dan rehabilitasi di puskesmas dan rumah sakit daerah, Pelatihan untuk tenaga kesehatan mengenai deteksi dini dan manajemen faktor risiko, Kemitraan dengan sektor swasta, sekolah, dan komunitas olahraga.
