JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi terus berjibaku mengatasi persoalan sampah yang makin menumpuk di wilayahnya. Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan mengajukan tambahan kuota ritase pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.
Namun, hingga saat ini, permintaan tersebut belum juga direspons oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).
“Sampai hari ini belum (direspons) oleh Pemprov Jabar,” kata Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, saat ditemui pada Jumat (2/5/2025).
Baca Juga:Serangan Balik Dedi Mulyadi : Keberpihakan Pers Bukan Hanya Soal Tanda Tangan KontrakMisi Tingkatkan PAD Kota Banjar, Sudarsono Putar Otak Tangani BWP
Kondisi penumpukan sampah di Cimahi kian memprihatinkan. Jika pengajuan ritase tambahan tak kunjung dikabulkan, Pemkot Cimahi telah menyiapkan rencana alternatif.
Salah satunya dengan membuang sampah ke wilayah Citeureup, Kabupaten Bogor, tepatnya ke area Indocement.
Selain mengandalkan tambahan ritase, Pemkot Cimahi juga sedang menyelesaikan program pembersihan (clean up) Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang digelar sejak 21 hingga 27 April 2025.
Program ini menyasar TPS resmi maupun TPS liar yang dipenuhi timbunan sampah. Setidaknya, ada sekitar 500 ton sampah yang ditargetkan untuk diangkut dalam masa clean up tersebut.
“Mestinya hari ini sudah selesai clean up semua TPS. Nanti saya coba monitor apakah sudah clean atau belum,” pungkas Adhitia. (Mong)
