Kondisi Sampah Kian Darurat, Pegiat Lingkungan di Cimahi Dorong Pengolahan Plastik dan Organik di Hulu

Doc. Wahyu Dharmawan, Pegiat Lingkungan dan Persampahan / Bank Sumber Daya Sampah Melong 26 Cimahi (mong)
Doc. Wahyu Dharmawan, Pegiat Lingkungan dan Persampahan / Bank Sumber Daya Sampah Melong 26 Cimahi (mong)
0 Komentar

Ia menargetkan pengurangan sampah di hulu bisa mencapai 70 persen dengan dukungan dari kelurahan dan warga. Hal ini dianggap penting agar hanya 30 persen sampah eksisting yang perlu dikelola di hilir.

“Harapan saya dengan Pak Lurah bisa meningkatkan urusan pengurungan yang 30 persen, kita mau tingkatkan hingga 70 persen. Jadi target sampah selesai di hulu itu bisa sampai 70 persen,” ucap Wahyu.

Wahyu juga mengingatkan, Cimahi pernah mengalami tragedi longsor sampah di TPA Cireundeu, yang kini diperingati sebagai Hari Sampah Nasional. Ia berharap kawasan Melong bisa menjadi rujukan nasional sebagai wilayah bebas sampah.

Baca Juga:Tanggapi Hasil Putusan Pengadilan, Para Alumni Gelar Aksi Damai di Depan SMANSA Kota BandungTak Mau Eksistensi Budaya Lokal Punah, Ngatiyana Sentil Pentingnya Pelestarian

Lebih lanjut, Wahyu membeberkan pengolahan sampah di Melong bisa menghasilkan energi alternatif seperti bensin dan solar. Namun, dengan mempertimbangkan kebutuhan lokal, hasil produksi lebih difokuskan untuk menghasilkan solar.

“Pada dasarnya dia bisa menghasilkan bensin, solar dan minyak tanah. Tapi kesepakatan kami dengan situasi yang ada, kita hasilkan sedikit produk bensin dan selebihnya adalah solar,” katanya.

Menurutnya, solar yang dihasilkan sangat dibutuhkan oleh segmen tertentu.

“Karena fokus kami segmen tertentu, yakni petani dan nelayan, serta pihak yang memang membutuhkan diesel. Bukan hanya mereka, di kami TPS3R beberapa alatnya menggunakan solar,” pungkasnya. (Mong)

0 Komentar