Heru menyebut, PTPN tidak berdiam diri. Selain telah memproses secara hukum, dengan melaporkan ke polisi, pihaknya juga sudah sering melaporkan kejadian tersebut ke kantor Regional.
“Kalau ke pemerintah daerah belum, tapi kalau kantor regional kami ya sudah sering,” ucap dia.
Adapun saat ini, rencananya, lahan yang sudah gundul itu, akan kembali di tanaman bibit teh. Saat ini pihaknya tengah berkomunikasi dengan penggiat lingkungan dan Dinas terkait perihal penanaman kembali.
Baca Juga:Kasus Dokter Residen RSHS, Polda Jabar Segera Umumkan hasil Tes Psikologi TersangkaKedatangan Pelajar Belanda, Pemkot Bogor Sampaikan Komitmen Kerjasama Pendidikan Internasional
“Jadi saat ini kita akan dihijaukan, cuma memang kita masih terkendala bibitnya. Nanti kita sedang menghubungi dinas-dinas dan pegiat lingkungan untuk kita bisa bisa penuhi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Viral di media sosial, para petani yang berada di Pangalengan, Kabupaten Bandung melakukan aksi protes lantaran lahan teh yang sering digarap kini berubah menjadi lahan perkebunan sayuran.
Kelompok petani yang mayoritas bekerja di PTPN ini menolak dengan tegas perubahan lahan tersebut. Bahkan beberapa sekelompok orang pun diduga merusak puluhan hektar kebun tersebut.
