JABAR EKSPRES – Perusahaan kecerdasan buatan OpenAI menyatakan kesiapannya untuk membeli browser Google Chrome jika perusahaan raksasa teknologi itu benar-benar melepasnya.
Pernyataan ini mencuat di tengah persidangan kasus dugaan praktik monopoli oleh Google.
Melansir dari laporan Reuters dan The Verge, Rabu (23/4), eksekutif OpenAI, Nick Turley, menyampaikan hal tersebut di hadapan hakim dalam sidang antimonopoli yang digelar di Amerika Serikat.
Baca Juga:Harga Emas Antam Hari Ini Turun Jadi Rp1.969.000, Apakah Ini Saatnya untuk Membeli Emas?Harga Emas Anjlok! Ini Daftar Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Hari ini di Pegadaian
Chrome Dianggap Solusi Potensial dalam Kasus Monopoli Google
Departemen Kehakiman AS sebelumnya mengusulkan agar Google melepas Chrome sebagai langkah untuk mengurangi dominasi perusahaan dalam industri pencarian online.
Usulan ini merupakan bagian dari putusan Hakim Amit Mehta atas kasus monopoli yang menjerat Google sejak tahun lalu.
Sidang resmi kasus ini telah dimulai sejak Senin (21/4) dan Google berencana untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Tujuannya adalah agar ChatGPT dapat menggunakan teknologi pencarian Google untuk mendukung fitur pencarian berbasis AI mereka.
Namun, Google menolak kerja sama tersebut, dan hingga kini, kedua perusahaan tidak memiliki hubungan kemitraan apa pun.
ChatGPT Andalkan Bing, Tapi Nilainya Kurang Optimal
Saat ini, OpenAI mengandalkan Bing dari Microsoft sebagai mitra pencarian utama untuk ChatGPT.
Akan tetapi, OpenAI menilai hasil pencarian dari Bing masih belum memenuhi standar kualitas yang diharapkan.
Baca Juga:Sinopsis Film “Pengepungan di Bukit Duri”, Karya Terbaru Joko Anwar yang Sedang Tayang di BioskopInvestasi Untuk Kepintaran Si Kecil, Asmirandah Kawal Zat Besi Sejak Dini
“Kami percaya bahwa dengan akses ke lebih banyak penyedia layanan pencarian, khususnya melalui API Google, kami bisa memberikan produk yang lebih berkualitas untuk pengguna,” tulis OpenAI dalam sebuah email yang ditampilkan dalam persidangan.
