“Untuk aktivitas MRO, kita akan mulai di semester 2 tahun ini. Diharapkan nantinya menjadi pusat industri kedirgantaraan yang aktif di Bandara Kertajati,” katanya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah tengah siapkan ekosistem pendukung untuk mendorong maskapai penerbangan lebih aktif beroperasi dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, Jabar.
Tujuannya supaya maskapai merasa nyaman membuka rute dari Kertajati ke berbagai wilayah di Indonesia.
Baca Juga:Paus Fransiskus Meninggal di Usia 88 Tahun, Vatikan: Karena Stroke dan Gagal JantungUrban Moments, Imaji Kota di Grey Art Gallery Bandung
“Salah satunya dukungan dari pihak-pihak yang memang mau mensupport, dan hal-hal lain terkait pengembangan ekosistem juga harus kita siapkan. Tidak bisa berdiri sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan keberadaan Bandara Kertajati telah buka opsi baru bagi masyarakat Jabar dalam mengakses penerbangan, terutama setelah rute dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung dialihkan.
Terkait konektivitas, Dudy mengatakan saat ini masyarakat sudah cukup mudah menjangkau Bandara Kertajati melalui akses jalan tol.
Meskipun begitu, ke depan pihaknya tetap membuka peluang pengembangan moda transportasi lain, termasuk jaringan kereta.
