Saat ini, satu kilogram keresek dihargai Rp400, namun Dian berkomitmen akan mengajukan agar harganya bisa dinaikkan.
“Wahyu dan Leo itu warga RW 26 Kelurahan Melong, jadi mereka asli orang Melong. Mereka yang merakit alat itu, dan sebelumnya juga pernah bekerja sama di Bandung,” imbuhnya.
Dian menambahkan, meski alatnya sederhana dan masih menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakarnya, hasilnya sudah sangat layak digunakan.
Baca Juga:Telkomsel Regional Jawa Barat Salurkan Bantuan Pendidikan Anak Bangsa Hasil Penukaran Total 800 Ribu Telkomsel Poin Pelanggan bersama KitabisaMahkota Binokasih Singgah di Kabupaten Bogor, Ini Rangkaian Acaranya
“Satu mesin bisa mengolah 100 kilo sampah, menghasilkan 100 liter bahan bakar. Itu terpecah jadi air, pertamax, dan solar,” katanya.
Namun, hasil akhir tergantung dari jenis sampahnya. Jika bahan baku banyak mengandung stereofoam, maka output nya akan lebih banyak bensin. Tapi kalau sampah plastik biasa, dominannya solar.
“Sampah bekas kopi dan sejenisnya enggak bisa. Jadi khusus hanya untuk keresek saja,” tutup Dian. (Mong)
