“Kalau ada pesanan besar, kami libatkan lebih banyak teman-teman difabel,” ucapnya.
Puka bukan sekadar tempat kerja, ia menjadi ruang tumbuh. Tahun ini, Dessy dan tim tengah merintis inkubasi untuk para difabel preneur. Menurutnya agar tak hanya produktif, tapi juga saling berbagi pengalaman bisnis.
Produk mereka telah menyeberangi pulau hingga ke luar negeri. “Singapura sampai Amerika juga pernah kami kirim. Dalam negeri, semua sudah rata,” katanya, tersenyum.
Baca Juga:Jadi Pusat Kuliner Modern, Bupati Herdiat Buktikan Relokasi PKL Tanpa KonflikRUPS Bank BJB, Angkat Helmy Yahya dan Bossman Mardigu Jadi Komisaris
Dari penghasilan harian Rp3.000 hingga jutaan rupiah, ruang ini memberi makna baru atas kata ‘berdaya’. Suka dukanya? Lebih banyak sukanya. “Karena tingkahnya lucu-lucu, banyak humor di sini,” ujar Dessy sambil tertawa kecil.
