Bahkan, menurut Suhadi pihaknya memposisikan mesin dan software otomasi sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
“Investasi pada teknologi produksi bukan hanya soal efisiensi di lini produksi, tetapi sebagai multiplier yang mendorong daya saing, fleksibilitas dan ketahanan bisnis di masa depan. Pendekatan ini membantu pelaku industri untuk tidak melihat teknologi sebagai biaya, melainkan sebagai penggerak pertumbuhan dan nilai tambah yang bekelanjutan,” imbuh Suhadi.
