JABAR EKSPRES – Para sopir angkot yang mendapatkan manfaat kompensasi memberikan ‘uang terima kasih’ kepada Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Bogor.
Sekretaris Organda Kabupaten Bogor Haryandi Afandi membenarkan, menerima uang dari para pengemudi angkot. Ia melanjutkan, uang itu sebagai ucapan ‘terima kasih’ dari para sopir.
“Mereka berpartisipasi secara sukarela, ucapan terima kasih, boleh dikatakan dari anggota kepada pengurusnya yang telah membantu memfasilitasi,” kata Haryandi, pada Jumat (11/4/2025).
Baca Juga:Bukti Nyata Program ‘Nyaah ka Indung Bapa’, Kadis Kominfo Banjar Ajak Ibu Asuh BelanjaKerusakan Lingkungan di Jabar Terus Terjadi, Bukti Lemahnya Pemerintah Terhadap Swasta
Kendati begitu, dia menyatakan, sama sekali tidak ada pemotongan dari uang kompensasi yang diterima oleh para sopir angkot itu.
Uang kompensasi tersebut, lanjutnya, diterima oleh para pengemudi angkot tanpa adanya potongan dengan nominal Rp 1 Juta berbentuk tunai dan Rp 500 Ribu berupa bingkisan.
“Bahkan banyak dari mereka bilang terima kasih kepada kami, mereka bilang atas jerih payah kami kompensasi dari pemerintah dan gubernur itu sampai ke tangan mereka,” kata dia.
“Itu yang barangkali terkait berita pemotongan, itu yang sekali lagi saya katakan uang itu betul-betul murni sejuta langsung diterima oleh para pengemudi,” sambungnya.
Lebih lanjut, Haryandi menjelaskan, menerima sejumlah uang sebesar Rp 8 Juta dari Kelompok Kerja Sub Unit (KKSU).
Namun, dari Rp 8 Juta itu, dia hanya mengambil sebesar Rp 4,5 Juta dan sisanya Rp 3,5 Juta dikembalikan kepada Nandar selaku perwakilan KKSU.
“Saya akui bahwa saya dari kontribusi tersebut saya menerima uang dari Pak Nandar dan timnya bertiga. Saat itu sebesar 8 juta rupiah, dari 8 juta rupiah itu saya kembalikan lagi kepada Pak Nandar 3 juta 500,” kata dia.
Baca Juga:Kasus Pagar Laut di Bekasi, Bareskrim Tetapkan Sembilan TersangkaBuntut Kasus Dokter PPDS, DPR Siap Panggil Kemenkes hingga RSHS Bandung
Haryandi mengungkapkan, Rp 4.5 Juta itu digunakan untuk biaya operasional Organda yang berjumlah enam orang termasuk dirinya yang telah bekerja selama dua hari berturut-turut.
“Untuk apa 4 juta 500 itu? Itu saya gunakan untuk biaya operasional ber enam, saya punya tim lima orang dengan saya (jadi) enam orang. Bekerja selama dua hari berturut-turut,” ungkapnya.
