Program Rumah untuk Guru, Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Akses Perumahan Terjangkau bagi Guru di Seluruh Indonesia

Ilustrasi perumahan Tapera (foto: ANTARA)
Ilustrasi perumahan Tapera (foto: ANTARA)
0 Komentar

Menurutnya, di Indonesia sebanyak 438.816 guru masih belum memiliki rumah, yang membuat program ini sangat relevan.

BPS turut berperan dalam mendukung program ini dengan mengumpulkan dan mengolah data guru dari Dikdasmen, yang kemudian dipadupadankan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk mendukung kelancaran proses seleksi dan penerima KPR.

irektur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan, Program Rumah untuk Guru Indonesia merupakan hasil kerja kolaborasi lintas sektor untuk membantu para guru supaya memiliki rumah layak huni dan terjangkau.

Baca Juga:Perbankan Daerah dan Syariah: Kunci Pertumbuhan Ekonomi Nasional yang InklusifDedie Rachim Bentuk Tim Khusus Tuntaskan Pembukaan Jalan Baru di Kawasan Batutulis

“Akad massal ini sekaligus merupakan wujud dari program rumah untuk guru Indonesia. Ini adalah kerja kolaborasi. Jadi, kerja bareng sebenarnya, lintas sektor untuk membantu guru di seluruh Indonesia memiliki rumah yang layak dan terjangkau,” kata Nixon.

Selama ini, BTN disebut telah menunjukkan menyalurkan rumah terhadap tenaga pendidik yang telah mencapai 22.768 unit sejak 2021. Untuk tiga bulan pertama tahun ini, total yang telah disalurkan untuk tenaga pendidik yakni sebanyak 1.507 unit.

0 Komentar