Tak Mau Fasilitas Berlebihan, Ngatiyana Pilih Alihkan Anggaran untuk Pembangunan

Namun, ia memastikan bahwa Pemkot Cimahi berencana membangun rumah dinas permanen untuk pemimpin daerah di masa depan.

“Saya tidak pernah meminta fasilitas mewah. Mau diberi rumah tipe 21 atau tipe 27, saya terima. Sampai sekarang rumah saya juga tipe 27, dan saya tidak malu karena itu yang ada,” kata Ngatiyana.

Ia menambahkan, rumah dinas baru nantinya akan dibangun di lahan seluas 1.200 meter persegi di dekat MPP Cimahi.

Awalnya, lahan tersebut direncanakan untuk rumah dinas wali kota, namun akhirnya dialihkan untuk pembangunan sekolah di wilayah Pasirkaliki.

“Saya putuskan lahan ini cukup dibagi dua untuk rumah dinas wali kota dan wakil wali kota agar tetap berdampingan. Sementara itu, lahan di depan MPP yang awalnya untuk rumah dinas wali kota akan kami alihkan menjadi sekolah untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Langkah ini, menurut Ngatiyana, merupakan bagian dari upaya Pemkot Cimahi untuk memprioritaskan pembangunan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil bukan hanya untuk kepentingan pejabat, tetapi juga untuk kesejahteraan warga Cimahi,” tegasnya. (Mong)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan