Alih Fungsi Lahan di Hulu Sungai Cimande Tak Sesuai Peruntukan, Walhi Jabar Minta Pemkab Sumedang Revisi Perda RTRW

Anak-anak sedang bermain air di gedangan banjir wilayah Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
Anak-anak sedang bermain air di gedangan banjir wilayah Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Dari informasi yang didapatkan oleh tim Walhi Jabar, Pemerintah Daerah (Pemda) Sumedang sedang melakukan revisi pada RTRW Kabupaten Sumedang 2018-2038.

Hannah menegaskan, supaya revisi RTRW ini dilakukan secara transparan, dengan melibatkan berbagai golongan yang ada di masyarakat, mulai dari warga sampai akademisi.

“Dan juga dari kami menegaskan, untuk revisi ini lebih menegaskan kepada tiap daerah di Kabupaten Sumedang untuk segera melengkapi dokumen RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) dan KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis),” tegasnya.

Baca Juga:Warga Bojong Sebut Pemkab Bandung Barat Acuh Sikapi Dugaan Korupsi KadesTolak UU TNI, Seruan ‘TNI Kembali ke Barak’ Terdengar di Depan Gedung DPRD Jabar

Atas dasar temuan cepat tersebut, ujar Hannah, Walhi Jawa Barat menyatakan sikap dan menuntut kepada Pemkab Sumedang untuk segera melakukan upaya penanganan serius.

“Secepatnya melakukan reforestasi atau penghijauan kembali area hulu DAS Cimande, dan kebijakan tersebut harus menjadi prioritas dalam kebijakan tata ruang wilayah,” ujarnya.

“Lakukan juga pembatasan dan sekaligus penertiban aktivitas alih fungsi lahan yang berada di sempadan DAS Cimande,” lanjut Hannah.

Kemudian Walhi Jabar menyatakan sikap, agar Pemkab melakukan revisi pada Perda RTRW Kabupaten Sumedang tahun 2018-2038.

“Dengan lebih memperhatikan keadilan ekologi yang ada dan dilakukan secara transparan dengan pelibatan semua unsur yang ada di masyarakat,” pungkas Hannah. (Bas)

0 Komentar