Ima sendiri mengikuti studi banding di sekolah pertanian, di mana siswa diajarkan mulai dari proses menanam hingga mengolah hasil panennya menjadi produk siap jual.
“Kalau saya ke sekolah pertanian, jadi mereka bikin mochi. Tapi mereka diajarkan dari awal, mulai dari menanam bahan bakunya hingga memprosesnya menjadi mochi,” katanya.
Selain itu, ia juga diajak mengunjungi peternakan hamster dan babi sebagai bagian dari sistem pembelajaran berbasis praktik di Jepang.
Baca Juga:BNI Ajak Nasabah Private Nonton Langsung All England Badminton Championships di BirminghamTarget Pengumpulan Zakat di Ramadan 2025 Naik 10 Persen
Menurutnya, sistem ini tidak hanya mengasah kreativitas anak, tetapi juga mengurangi beban ekonomi orang tua.
“Kami mengajarkan siswa untuk mengolah barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat, tanpa harus membeli bahan tambahan yang bisa membebani orang tua,” ujarnya.
Selain aspek keterampilan, Ima juga ingin menanamkan disiplin dan kemandirian seperti yang ia lihat di Jepang.
“Di sana, anak-anak pergi ke sekolah sendiri dengan berjalan kaki. Saya berharap, orang tua di sini juga mulai membiasakan anak-anak agar lebih mandiri dan tidak selalu dimanja,” harapnya. (Mong)
