Harga Bahan Baku Melonjak, Pengusaha Kue Lebaran di Cimahi Tetap Bertahan Demi Jaga Kualitas

Tintun Martini, Owner Tintun's Cookies saat Sedang Packing Kue Lebaran di Kediamannya. (Mong / Jabar Ekspres)
Tintun Martini, Owner Tintun's Cookies saat Sedang Packing Kue Lebaran di Kediamannya. (Mong / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, para pengrajin kue lebaran di Cimahi mulai disibukkan dengan aktivitas produksi sejak awal Ramadan.

Meski dihadapkan pada lonjakan harga bahan baku yang cukup tinggi, mereka tetap berusaha mempertahankan kualitas produk demi memenuhi permintaan pasar.

Salah satunya adalah Tintun Martini, pemilik Tintun’s Cookies yang berlokasi di Jalan Bina Putera No. 28, Komplek Bumi Citeureup Permai, Ciawitali, Cimahi Utara. Tintun tetap konsisten menjalankan usahanya meskipun harga bahan baku melambung tinggi.

Baca Juga:Selang 30 Menit, Dua Lakalantas Terjadi di Jalan Raya Cianjur-Cipanas Sabtu Pagi!Sat Resnarkoba Polres Cimahi Gerebek Warung Obat Ilegal, Dua Tersangka Diamankan

“Tapi alhamdulillah akhirnya ada yang datang dari New Zealand, meskipun harganya juga lumayan tinggi,” ujarnya.

Tintun menambahkan, bahan baku lain seperti cokelat bubuk dan susu juga mengalami kenaikan harga drastis.

“Cokelat bubuk yang dulu harganya Rp140 ribu per kilo, sekarang sudah Rp325 ribu. Susu juga naik, hampir semua bahan baku kue naik,” keluhnya.

“Kenaikan harga kue itu sekitar Rp5.000 sampai Rp10.000 per toples, tapi itu tidak sebanding dengan kenaikan harga bahan baku. Namun, pelanggan saya lebih memilih harga naik daripada rasa yang berubah,” jelasnya.

Menurut Tintun, para pelanggannya memahami kondisi tersebut dan tidak mempermasalahkan kenaikan harga. Bahkan, mereka meminta agar rasa kue tetap dipertahankan meski harga jual harus disesuaikan.

0 Komentar