Namun, karena keterbatasan tenaga kerja dan tingginya beban produksi, ia memilih untuk membatasi pesanan sejak awal.
“Dulu pegawai ada delapan orang, tapi sekarang dikurangi. Saya juga sengaja close order lebih cepat supaya bisa lebih santai dan tetap menjaga kualitas,” ujarnya.
Meski begitu, ia tetap berusaha memenuhi pesanan pelanggan setia yang setiap tahun selalu memesan.
Baca Juga:Selang 30 Menit, Dua Lakalantas Terjadi di Jalan Raya Cianjur-Cipanas Sabtu Pagi!Sat Resnarkoba Polres Cimahi Gerebek Warung Obat Ilegal, Dua Tersangka Diamankan
“Paling favorit itu kaastengel dan nastar, tapi yang paling banyak dipesan tetap nastar. Memang paling susah bikinnya, lama, dan memanggangnya harus beberapa kali,” tambah Tintun.
Selain dari Cimahi, pelanggannya juga datang dari Jakarta dan Bandung. Namun, keterbatasan toko bahan baku di Cimahi menjadi tantangan tersendiri. Tintun berharap ada distributor bahan baku kue yang lengkap di Cimahi, agar proses belanja bisa lebih efisien.
“Kalau kekurangan bahan sedikit saja, harus ke Bandung. Kalau enggak, ya dikirim lewat ojek online, tapi itu juga nambah biaya transportasi. Sayangnya, saya belum nemu di Cimahi toko bahan baku kue yang benar-benar komplit,” tutupnya. (Mong)
