Meski Takaran Diduga Tak Sesuai dan Harga Naik, MinyaKita Tetap Diminati Konsumen Cimahi

Harga MinyakKita tak Sesuai HET Masih Diminati Konsumen (Jabar Ekspres)
Harga MinyakKita tak Sesuai HET Masih Diminati Konsumen (Jabar Ekspres)
0 Komentar

Pedagang lain di Pasar Atas Baru, Hana Subiyarti, turut mengeluhkan ketidaksesuaian takaran minyak yang diterimanya.

“Waktu order, kita pedagang tahunya 1 liter, tapi ternyata pas datang tidak dicantumkan isi volumenya. Konsumen mengeluh karena merasa isinya sedikit dari biasanya,” ungkap Hana.

Ia menambahkan, fenomena ini mulai terjadi sejak harga minyak goreng mengalami kenaikan. Bahkan ada beberapa merek minyak lain yang mencantumkan takaran di bawah 1 liter, yakni 800 ml atau 900 ml.

Baca Juga:Nihil Respon BPN Kota Bandung Soal Sengketa Lahan SMANSATuruti Kebijakan Dedi Mulyadi Soal Larangan Study Tour, Disdik KBB: Sekolah Bandel Kena Sanksi

“Yang minyak kita botol itu tidak dicantumkan takarannya, memang sedikit lebih murah sih dari yang 1 liter,” katanya.

Meskipun tidak mengalami kerugian besar, Hana mengaku harus lebih berhati-hati saat membeli produk dari distributor.

“Kalau yang ukuran 850 ml itu hanya sekali sih, sekarang sudah pakai yang pouch semua dengan isi bersih 1 liter. Ada sisa dikit dikembalikan,” jelasnya.

Menurut Hana, MinyaKita masih menjadi pilihan utama konsumen karena harganya yang lebih terjangkau dibandingkan minyak kemasan premium lainnya.

“Minyak lain seperti Sunco Rp23.000 per liter, Bimoli Rp24.000 per liter, itu mahal menurut konsumen. Kalau Minyak Kita di pasar sekitar Rp17.000,” ungkapnya.

Hana menambahkan, harga dari distributor berada di kisaran Rp15.700 per liter dengan pembelian satu dus berisi 12 botol untuk satu kios.

“Meski ada isu seperti ini, konsumen tetap minat ke Minyak Kita, terutama masyarakat menengah,” tandasnya. (Mong)

0 Komentar