JABAR EKSPRES – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, minta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung segera susun desain teknik guna solusi jangka panjang atasi banjir di wilayah Gedebage.
Diakuinya, banjir Gedebage disebabkan oleh kawasan pemukiman yang tidak lebih tinggi daripada aliran sungai. Sehingga ketika aliran sungai tak sanggup menampung debit air, luapan otomatis langsung mengalir ke pemukiman.
“Setelah saya menyusur lokasi, banjir kemarin itu karena pemukiman justru lebih rendah dari ketinggian sungai. Jadinya, luapan air itu mengumpul di pemukiman warga,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (10/3).
Baca Juga:Wali Kota Kecam Pungli Bantuan UMKM oleh Oknum UPZ di Kelurahan BanjarSoal Pungutan Perpisahan, Disdik Cimahi Tekankan Larangan Kegiatan Sekolah yang Tidak Sesuai Aturan
“Kita juga akan kordinasi dengan pihak pengembang dan BBWS selaku pengawas perizinan, agar banjir ini bisa segera ditangani,” ucap Farhan.
Sebelumnya, Kawasan Gedebage, Kota Bandung kembali dilanda banjir pada Jumat (7/3) dan Minggu (8/3). Hal tersebut imbas hujan deras yang telah melanda wilayah tersebut sejak sore hari.
Bahkan, Pakar Perencanaan Wilayah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Nat Nandi, menilai pembangunan infrastruktur mulai dari kolam retensi hingga pengadaan rumah pompa (Rupom) di titik-titik wilayah genangan bukan lah cara dalam hal penyelesaian banjir.
Diaku Nandi, cara tersebut hanya sekedar implemantasi program jangka pendek yang bersifat generik dalam hal mengatasi persoalan banjir.
