Maka dari itu, dirinya bakal berkordinasi lebih lanjut dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna penyelesaian banjir Gedebage.
“Kami akan mencari solusi agar kolam retensi ini bisa berfungsi maksimal. Kita juga akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait kolam retensi di wilayah Summarecon, untuk memastikan perizinan dan regulasi dapat mendukung upaya penanganan banjir ini,” katanya.
Disinggung soal awetnya permasalahan banjir di wilayah Bandung Timur, Farhan mengaku, banjir kawasan tersebut terjadi karena aliran sungai meluap dan terjebak di area permukiman yang lebih rendah dari ketinggian sungai, sehingga perlu penerapan solusi berbasis rekayasa teknik (engineering solution).
“Yang pada akhirnya, dibeberapa perumahan (banjirnya) bahkan hampir selutut,” katanya.
Baca Juga:Mengolah Limbah Menjadi Seni, Karya Anton Sugianto yang Menarik Perhatian Para PejabatDugaan Markup di Proyek Puskesmas DTP Cimanggung Sumedang, Pemilik Lahan: Pemda Minta Saya Jual Tanah Tersebut
Dirinya pun merespon positif terkait masukan masyarakat akan penyelesaian banjir di wilayah tersebut. Farhan memastikan, masukan-masukan dari warga tersebut bakal dirinya simpulkan ke dalam satu program penyelesaian permasalah banjir di wilayah Bandung Timur.
“Menurut saya sebetulnya kita hanya perlu ‘menjaitnya’ menjadi sebuah penyelesaian yang holistik. Nanti kita akan dipilih satu titik untuk menjadi titik penyelesaian hidrologi di sepanjang sungai Cinambo itu,” pungkasnya. (Dam)
