HS mengakui bahwa tindakannya didasari oleh emosi yang tak terkendali saat melihat korban bersama orang lain.
“Melihat kenangan lama yang muncul, saya sangat menyesal. Namun, dengan besar hati saya akan mengikuti proses hukum,” ujarnya.
HS juga membantah bahwa ia menodongkan senjata kepada korban secara langsung.
Baca Juga:Bendung Katulampa Bogor Sentuh Angka 170 Cm Status Siaga 2Jaga Aktivitas Ekonomi Saat Ramadan-Lebaran, Pemerintah Implementasikan Berbagai Kebijakan
“Pas saya keluar, mobilnya ada di seberang, jadi saya lihat. Tidak saya todongkan (senpi), dalam artian hanya untuk menakut-nakuti,” jelasnya.
HS menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan pihak kepolisian atas perbuatannya.
“Saya memohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, institusi Polri. Saya bersalah,” tutupnya. (Mong)
