Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Ini Strategi Menko Airlangga!

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Dok. Jabar Ekspres)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di tengah dinamika ekonomi global yang dipenuhi ketidakpastian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim kinerja ekonomi Indonesia, saat ini lebih baik dibandingkan sejumlah negara maju maupun berkembang lainnya.

Bahkan, kata dia, jika dilihat dari PDB berdasarkan PPP atau Purchasing Power Parity, Indonesia memiliki PDB tiga kali lebih besar.

“Berdasarkan indeks apa yang dibeli oleh konsumsi, nilai ekonomi kita itu 4,8 triliun dolar AS. Berarti hari ini secara realitas, kita ini nomor delapan ekonomi terkuat di dunia,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Jumat (21/2).

Baca Juga:Instruksi Megawati Larang Kepala Daerah Ikut Retret, Begini Kata Bang Doel!Dukung Pembongkaran Kasus Dugaan Korupsi Pabrik Gula, HK: Kami Tidak Akan Menghalangi Proses Penyidikan

Saat ini total ekonomi negara GCC tersebut yakni sekitar 2 triliun dolar AS dengan 50 juta penduduk.
“Jadi Indonesia sedang bicara untuk masuk dalam FTA dengan GCC, maka Indonesia menambahkan kepada ekonomi itu 1,3 triliun dolar AS, plus 280 juta penduduk,” ujarnya.

Hal itu lah, sambung dia, yang membuat Indonesia diperhitungkan berbagai negara. Karena ekonomi Indonesia tidak kecil.

Adapun guna mendorong ekonomi di triwulan I-2025, kebijakan yang disiapkan mencakup kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2025, optimalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos), pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), stimulus Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Lebaran, paket stimulus ekonomi, optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan panen padi terealisasi secara optimal.

0 Komentar