Bandung Barat Punya Pemimpin Baru, Ini Harapan Tokoh Pemekaran hingga Masyarakat

Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat terpilih, Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail. Dok istimewa
Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat terpilih, Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail. Dok istimewa
0 Komentar

Yuda Saputra (32) Warga Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat berharap Jeje-Asep memegang dan merealisasikan janji-janji politiknya.

Termasuk, lanjut dia, memperbaiki pelayanan kesehatan secara merata. Karena saat ini masih banyak masyarakat Kabupaten Bandung Barat yang kurang mampu cukup kesulitan mendapatkan akses kesehatan.

“Saya mah gak muluk-muluk asal kerjanya benar, jujur. Lihat warga banyak yang tidak mampu. Lihatnya itu, karena KBB ini bukan kota besar dengan warga yang berpenghasilan besar. Kita kebanyakan petani dan buruh. Setidaknya berikan pelayanan kesehatan yang mudah,” ujarnya.

Baca Juga:Pekan Depan, Ema Sumarna Bakal Hadir di PersidanganSertijab dan Paripurna Wali Kota Bandung Terpilih Digelar Setelah Pelantikan di Jakarta

Salah seorang warga Kayuambon, Kecamatan Lembang, KBB, Dewi (41) mengatakan, sebagai seorang pemimpin Jeje-Asep harus memberikan dua telinganya untuk mendengarkan keluhan dan kebutuhan warga. Ia menyebut pemimpin harus hadir sebagai pemberi solusi.

“Predikatnya sebagai pelayan harus membuat pemimpin sadar posisinya. Ia hanya pelayan dan rakyat sebagai majikan. Begitupun saat menerbitkan kebijakan harus didasarkan pada kebutuhan publik yang tentunya dihasilkan dari proses mendengar tadi,” katanya.

Selain itu, ia berharap Jeje mampu menuntun ASN sebagai pelayan yang tunduk dan melayani rakyatnya. Karena ASN bekerja untuk rakyat dengan panduan dari kepala daerah. Mental pengemis dan preman di lingkungan ASN juga harus dihapuskan.

“Jika adab sebagai pelayan rakyat dipegang teguh, program apapun yang dijalankan akan amanah,” tandasnya.

Wulan (33) Kampung Pangheotan, Desa Ganjarsari, Kecamatan Cikalongwetan menuntut Jeje fokus merealisasikan janjinya selama masa kampanye. Menurut dia warga di kampungnya banyak yang memilih Jeje-Asep lantaran percaya akan bisa memperbaiki insfratruktur, seperti jalan.

“Saat kampanye timmya sering ke sini. Menggemborkan akan memperbaiki jalan Pangheotan. Kami akan tagih itu. Karena itu juga salah satu alasan kami memilih Jeje. Mengingat dari dulu bupati sebelumnya tak menyentuh ke sini, baik pembangunan atau apapun itu,” kata Wulan. (Wit)

0 Komentar