JABAR EKSPRES – Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusuma Astuti, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bandung dan PDAM Tirta Raharja dalam pembangunan Proyek Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Ciparay.
Proyek ini dirancang untuk menyuplai air bersih sebanyak 1.100 liter per detik yang akan melayani delapan kecamatan di wilayah Timur Kabupaten Bandung.
Diana menyatakan bahwa proyek SPAM Ciparay merupakan langkah yang sangat penting, terutama mengingat hanya sekitar 45 persen penduduk Indonesia yang memiliki akses terhadap air bersih dan hanya 20 persen yang terlayani melalui perpipaan.
Baca Juga:Terpilih Jadi Ketua Umum Gerindra 2025-2030, Menko Zulhas Sampaikan Ucapan Selamat ke PrabowoPendidikan Non Formal Bertahan Tanpa Sentuhan Bantuan
“Kerjasama B to B antara PDAM Tirta Raharja dan PT Moya Indonesia patut diapresiasi. Ini menjadi bukti bahwa pembangunan bisa dilakukan melalui kemitraan yang saling menguntungkan tanpa selalu mengandalkan anggaran negara,” jelasnya.
Selain itu, Diana menekankan pentingnya mempertimbangkan tarif air yang akan dikenakan kepada masyarakat.
Dengan kapasitas yang mampu memenuhi kebutuhan air untuk delapan kecamatan, termasuk Ciparay, Beleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Cikancung, Solokanjeruk, Rancaekek, dan Cicalengka, proyek ini diharapkan dapat memberikan solusi atas masalah kekurangan air bersih yang selama ini dialami warga.
Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna yang hadir dalam acara groundbreaking tersebut, juga menyampaikan harapannya terhadap proyek ini.
